Arrahmah.Com

Arrahmah.Com

Link to Arrahmah.com

Puluhan polisi junta Mesir tewas dalam beberapa serangan di pos pemeriksaan dan kantor polisi di Sinai utara

Posted: 01 Jul 2015 05:00 PM PDT

Peta Semenanjung Sinai

SINAI (Arrahmah.com) - Sedikitnya 35 orang tewas dalam serangan yang menargetkan beberapa pos pemeriksaan dan kantor polisi di Sinai utara, Mesir, ujar sumber keamanan dan saksi mengatakan kepada Al Jazeera.

Sektar 70 pejuang dari Sinai secara bersamaan menyerang beberapa sasaran di daerah tersebut pada Rabu (1/7/2015), ujar sumber.

Namun, militer Mesir mengeluarkan pernyataan pada Rabu (1/7) malam yang mengklaim bahwa hanya 17 tentara yang tewas dalam serangkaian serangan itu.

"Kami tidak akan berhenti sampai Semenanjung Sinai dibersihkan dari semua tempat persembunyian 'teroris'," klaim juru bicara militer Mesir dalam sebuah pernyataan.

Ada juga laporan yang mengatakan bahwa "Israel" telah menutup perlintasan perbatasannya dengan Mesir.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa semua pasukan di dua pos pemeriksaan di Sheikh Zuweid telah tewas. Kamar mayat di El-Arish menerima sedikitnya 35 jenazah. Laporan oleh media lokal mengatakan korban tewas dari serangan itu bisa jauh lebih tinggi.

Harian Mesir, Al Ahram melaporkan bahwa belum ada angka resmi mengenai korban dalam serangan yang telah dikeluarkan karena ambulans mengalami kesulitan untuk mencapai korban tewas dan terluka karena takut terjebak dalam baku tembak.

Merespon serangan itu, Ibrahim Mahlab, Perdana Menteri junta militer Mesir mengatakan negaranya dalam keadaan perang.

Kabinetnya menyetujui rancangan undang-undang "anti-terorisme" yang menurut klaimnya akan memberikan pencegahan cepat melawan "terorisme". RUU tersebut tengah menunggu persetujuan Presiden Abdel Fattah As-Sisi.

Media Mesir melaporkan, undang-undang itu akan memberikan jaksa kekuasaan lebih untuk menahan tersangka untuk jangka waktu yang lama dan memungkinkan pihak berwenang untuk memeriksa rekening bank mereka yang menghadapi tuduhan "teror".

Seorang wartawan dan blogger Mesir, Wael Abbas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan itu sangat terkoordinasi dan ada laporan bahwa para pejuang telah menempatkan ranjau di jalan-jalan untuk mencegah kendaraan militer Mesir mengakses Sinai.

Kantor polisi di kota Sheikh Zuweid dan El-arish telah menjadi sasaran, ujar saksi. Mereka juga mengatakan pejuang mengambil alih dua tank di salah satu pos pemeriksaan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Serangan oleh milisi Syiah Houtsi membunuh puluhan warga sipil Yaman

Posted: 01 Jul 2015 04:30 PM PDT

Seorang pria memeriksa puing-puing mobil setelah serangan menghantam ibukota Yaman, Sana'a pada Juni lalu. (foto: Reuters)

ADEN (Arrahmah.com) - Milisi Syiah Houtsi melancarkan serangan di perumahan warga di kota Aden, menewaskan sedikitnya 31 warga sipil dan melukai lebih dari 100 lainnya pada Rabu (1/7/2015) pagi, ujar seorang pejabat kesehatan senior.

Kepala kesehatan kota Aden, Al-Khader Laswar mengatakan tiga perempuang dan dua anak termasuk di antara korban meninggal, tulis AFP.

Milisi Houtsi yang didukung Iran dan sekutu mereka memukul distrik Al-Mansura dengan 15 roket Katyusha dari posisi mereka di lingkungan Dar Saad, ujar Ali Al-Ahmadi, juru bicara pasukan loyalis Hadi kepada AFP.

Tembakan roket dimulai sebelum fajar ketika jalanan mulai sibuk menjelang subuh di mana ummat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.

Serangan roket kembali datang di pagi hari ketika warga melakukan upacara pemakaman beberapa korban dalam serangan sebelumnya, ujar saksi mata.

"Banyak korban luka berada dalam kondisi serius," ujar sumber medis kepada AFP.

Aden adalah benteng terakhir Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi sebelum ia melarikan diri ke pengasingan di negara tetangga, Arab Saudi pada Maret lalu dan pasukan yang loyal terhadapnya berjuang untuk mempertahankan kota tersebut. (haninmazaya/arrahmah.com)

Serbuan licik ISIS ke Kobane, pelajaran bagi Mujahidin di Suriah Utara

Posted: 01 Jul 2015 07:00 AM PDT

sampai-800x445

KOBANE (Arrahmah.com) - Beberapa waktu lalu, kota Kobane yang merupakan wilayah Kurdi kembali dikejutkan oleh serangan puluhan orang penyusup. Serangan itu menewaskan ratusan orang dari kalangan penduduk muslim sipil, wanita, anak-anak, serta puluhan militan Kurdi.

Penyusupan yang kemudian terbukti dilakukan oleh kelompok "Daulah Islamiyah" atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, itu ternyata dilakukan dengan begitu rapi dan maksimal. Hal ini sangat disayangkan, mengingat usaha mereka dan jihad mereka yang begitu bersungguh-sungguh, hanya berakhir dengan terbunuhnya kaum wanita, orang-orang tua dan warga sipil lainnya.

Penduduk Suriah pun sekarang tidak lagi fasih menyebut tanzhim ini sebagai Daish (ISIS), melainkan lebih fasih menyebut mereka Khawarij, karena kejahatan yang mereka lakukan.

Seorang Mujahid Suriah faksi Jabhah Nushrah, yang telah berpengalaman menghadapi kelicikan ISIS di Suriah Timur, serta mendapat informasi lengkap langsung dari tempat kejadian, menyampaikan uraiannya yang bertujuan untuk mengingatkan mujahidin, khususnya yang berada di Suriah Utara dari operasi licik serupa yang mungkin akan kembali dilakukan oleh tanzhim pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu.

Berikut terjemahan uraiannya, yang dipublikasikan Muqawamah Media pada Rabu (7/1/2015).

Bagaimana Khawarij Masuk ke Kobani?

Sebuah Pelajaran untuk Mujahidin di Utara Suriah

Oleh: طاعون الدواعش (@ alhoty2nssra)

Saya akan memberitahu Anda tentang bagaimana Khawarij (Tanzhim Daulah-dalam tulisan ini sang penulis memakai istilah Khawarij, menunjuk pada keumuman sifat Tanzhim ini, bukan berarti memukul rata seluruh personelnya-red) memasuki Ayn Al-Arab (Kobane) lagi dalam beberapa hari terakhir ini, dan info ini sedang menyebar untuk pertama kalinya dan saya menantang Khawarij untuk menyangkalnya.

Pertama-tama, banyak yang mengatakan bahwa Turki membiarkan Khawarij masuk ke Ayn Al-Arab maka ini adalah pernyataan tak tahu malu yang sangat berbeda dari kebenaran, dan saya akan memberitahukan kepada Anda seluruh kejadiannya, in syaa Allah.

Perlu diperhatikan bahwa Kurdi tengah bergerak maju menuju pedesaan utara Raqqah, sehingga sangat penting bagi Khawarij melakukan sesuatu untuk menghentikan kemajuan mereka, dan untuk mencapai apa yang mereka inginkan mereka berpijak pada prinsip bahwa perang adalah tipu daya, dan Khawarij terbukti telah menguasai istilah ini dengan sangat licik.

Kami telah berpengalaman dengan bom mobil mereka dan kelicikan mereka dalam memainkan istilah ini di wilayah Timur Suriah pada masa lalu. Adapun sekarang, tipu daya mereka di pedesaan Tal Abyad dimulai ketika komandan mereka yang bernama Abu Bakar Al-Libi datang ke tempat kejadian dengan membawa sekelompok tentara bayaran yang dia tempatkan di wilayah tersebut.

Dia meminta 50 orang untuk menjalankan tugas ini, ada sekitar 80 orang yang ada di wilayah tersebut, dan ia berkata kepada mereka bahwa ia ingin orang-orang yang mirip dengan orang-orang Kurdi (maksud saya penampilan wajah mereka). Hampir 30 orang dari putra-putra asal Timur-Suriah diajukan untuk menjadi anggota si komandan ini karena wajah dan penampilan mereka yang mirip dengan orang Kurdi, dan sisanya dipilih dari daerah lain.

Semua orang ini tidak tahu apa yang mereka inginkan, tentara bayaran Libya ini menempatkan mereka dalam bus besar, dan mereka menuju ke Jarablus. Mereka dipindahkan ke Jarablus dan mereka mengenakan pakaian Kurdi, setelah sampai di Jarablus, komandan mereka mempersiapkan sebuah mobil pick-up yang dicat dengan bendera Kurdi, dan mereka diberitahu bahwa mereka akan disusupkan ke Kobane/Ayn Al-Arab. Orang-orang ini masuk dalam dua kelompok, di masing-masing kelompok sekitar 25 orang, dalam dua konvoi terdiri dari 5 mobil pick-up dengan dua bom mobil pick-up. Rombongan ini dipimpin oleh orang Chechnya dan Mesir.

Kemudian konvoi pertama masuk dari desa Syuyukh Tahtaani di depan pesawat koalisi Salib yang mengira mereka adalah pejuang Kurdi dan pesawat-pesawat ini tidak memberi perhatian kepada mereka. Dan orang-orang yang mengingat Tweet saya ketika saya mengatakan bahwa konvoi dari Khawarij menarik diri dari Jarablus ke pedesaan Aleppo: "Melanggar, Khawarij mulai menarik diri dari Jarablus dalam persiapan untuk menyerah kepada Kurdi seperti yang mereka lakukan di Tal Abyad dan Ayn Issa, dengan pengetahuan bahwa konvoi mereka menuju pedesaan Utara Aleppo.

Pada saat itu saya sedang berbicara tentang konvoi tersebut yang benar-benar ingin masuk ke dalam Ayn Al-Arab ketika saya mengutip fakta ini, tetapi dengan tujuan yang berbeda, karena perang adalah penipuan. Khawarij mulai menyerang penduduk Ayn Al-Arab dengan bom mobil pertama mereka di perbatasan Murshid Binar yang berbatasan dengan Turki, korban pemboman itu ada 15 orang di antara mereka terdapat 4 orang perempuan. Kemudian mereka masuk dengan konvoi pertama mereka dari perbatasan ke pinggiran barat Ayn Al-Arab, maka mereka melepaskan tembakan membabi buta tanpa membedakan antara kombatan dan sipil.

Kemudian konvoi berikutnya yang dipimpin oleh bom mobil lain menargetkan sebuah tempat pertemuan orang-orang Kurdi di tempat yang sama ketika bom mobil yang pertama di ledakkan, dan mereka membunuh siapa yang mereka membunuh, dan kemudian konvoi berikutnya masuk. Khawarij menduduki sejumlah bangunan di sebelah barat dari Ayn Al-Arab, di antaranya rumah sakit Mashta Noor. Dalam rumah sakit itu mereka menahan lebih dari 50 warga sipil dan militan, sedangkan lebih dari 150 warga sipil Kurdi dieksekusi di dalamnya.

Semua militan Kurdi yang tersisa segera membalas, mereka membunuh lebih dari 30 orang Khawarij, dan mereka mundur ke rumah sakit Mashta Noor. Pertempuran terjadi hampir sehari penuh di sekitar rumah sakit Mastha Noor, di mana ada sekitar 15 orang dari Khawarij ini, mereka menolak Kurdi sampai beberapa dari mereka tewas.

Sejumlah individu dari Khawarij menyingkir ke Syuyukh Tahtaani, di antaranya sejumlah cedera, dan mereka yang tetap di rumah sakit tewas di sana. Sejumlah pemuda dari Timur-Suriah yang terluka telah berpartisipasi dalam pertempuran ini, termasuk di antara mereka yang kakinya diamputasi dari kota Al-Buleel. Singkatnya, Khawarij berhasil dengan trik ini memasuki Ayn Al-Arab di depan moncong pesawat-pesawat koalisi Salib yang sekadar menonton mereka membunuhi orang-orang Kurdi secara acak tanpa pandang bulu.

Trik yang diterapkan oleh Khawarij harus diperhatikan oleh Mujahidin di Utara Suriah, sehingga mereka tidak tertipu oleh itu. Dan pentingnya penerbitan artikel ini adalah pesan peringatan kepada para Mujahidin di utara Suriah, kita semua tahu bahwa Khawarij ini memiliki sifat pengkhianat dan berbahaya, dan berapa banyak dari kita yang harus menderita karena pengkhianatan mereka dan kekejaman mereka di Syam dan di Timur-Suriah, menyaksikan pengkhianatan mereka dengan gelombang serangan bom mobil selama berbulan-bulan.

Dan saya berharap dari Mujahidin di Utara agar mereka berhati-hati dari Khawarij, apalagi sekarang mereka telah mencobanya pada Kurdi dan mereka berhasil, pastikan bahwa mereka akan mencoba lagi. Inilah yang terjadi di Ayn Al-Arab dalam ringkasan yang sangat singkat, dan kita harus mengambil pengalaman ini sehingga tidak akan terulang di Utara, atau wilayah lainnya. Ya Allah bukankah aku telah menyampaikan? Ya, Allah menjadi saksi!

(aliakram/arrahmah.com)

Konser di Taipei: 500 gay terbakar tiba-tiba!

Posted: 01 Jul 2015 06:30 AM PDT

Menjijikan, kaum Gay main sabun di pesta pelangi Taiwan

TAIPEI (Arrahmah.com) - Qodarullah, telah terjadi kebakaran pada sebuah konser bertemakan pelangi di Kota Taipei Taiwan. Berbagai media independen Asia menyatakan bahwa, sebanyak 500 peserta pesta "Color Play" yang kebanyakan berusia 20 tahunan itu terkena luka bakar serius dan 1 orang tewas seketika. Sementara berbagai media sekuler di Amerika Serikat mengklaim bahwa tidak ada keterkaitan apapun antara pesta itu dengan aktivis gay manapun, Ahad (28/6/2015).

Namun di lain pihak, media pengusung LGBT Natural News melaporkan, "Disinyalir konser tersebut merupakan pesta yg diselenggarakan kaum pecinta sesama jenis (gay) Taiwan." Hal tersebut diungkapkan NN dengan sebuah catatan bahwa data yang mereka sampaikan 100% benar.

Lantas, mengapa pemerintah AS melarang media sekulernya mengungkap fakta bahwa konser gay itu diadakan untuk merayakan pengesahan UU Pernikahan Sesama Jenis pada Selasa (26/6) oleh Mahkamah Agung negaranya sendiri?

Padahal, NN mengonfirmasikan bahwa aktivis hak LGBT Taiwan Zong Ji Lu yang mengorganisir acara tersebut telah ditangkap aparat setempat dan asetnya telah disita. Bahkan, sekarang dia didakwa sebagai kriminal karena melanggar undang-undang di Taiwan.

Pun jika dia ingin bebas, maka dana tebusannya sebesar 1 juta dolar Taiwan. Layaknya seorang teroris, aktivis pendiri Gay Rights Taiwan itu dikenai sanksi berupa; pelarangan bepergian ke luar negeri dan penyitaan aset, akibat menyelenggarakan "pesta pelangi" yang menyebabkan terlukanya 500 peserta gay.

Sementara karena alasan budaya, NN melansir bahwa para keluarga korban tidak menginginkan anak-anaknya diketahui publik sebagai gay, yang dilarang oleh pemerintah Taiwan. Mereka mendukung pihak media untuk menurunkan berita yang mengemukakan "pesta gay" itu, sebagaimana yang terjadi pada media Nanzao.

Di lain pihak, NN Taiwan menyatakan bahwa sebagian besar peserta tidak menyadari bahwa acara tersebut identik dengan pesta gay. Padahal, kata "pelangi" digunakan oleh penyelenggara kegiatan untuk mencerminkan "gay pride" (kebanggaan gay) yang mewakili perbedaan pilihan hidup dan universalitas.

Ternyata, NN yang mengaku mengusung universalitas menegaskan bahwa, pihak politikus kiri AS merasa "malu" bahwa UU Pernikahan Sesama Jenis yang disahkan Mahkamah Konstitusi negaranya dirayakan oleh para LGBT Taiwan. Yang sebaliknya banyak dikecam oleh warga AS sendiri yang konservatif.

Jadi, kecelakaan yang disebabkan oleh penyebaran api melalui partikel metalik warna-warni itu sebuah kebetulan? Ini rupanya dikesampingkan masyarakat. Meski secara ilmiah dan berdasarkan penyelidikan ini disebabkan kesalahan teknik atau bahkan kejahatan, dimana di lokasi ditemukan barang bukti pemantik. Namun, berbagai pihak konservatif menngaitkannya dengan adzab Tuhan.

Sebagai Muslim, tentunya kita telah mengetahui bahwa, perilaku homoseksual dan lesbian merupakan hal yang dimurkai Allah. Kejahilan mereka diabadikan Allah dalam kisah Kaum Sodom yang dilaknat dan diadzab pada Qur'an Surat Hud ayat 82.

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

"Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,"

Demikianlah firman Allah azza wajalla, perilaku liwath (gay) akan disiksa dengan dibakar secara dahsyat. Maka tidak kah kita perhatikan video insiden terbakarnya peserta pesta pelangi di atas dan mengambil pelajaran? Na'udzubillaahi min dzalik. (adibahasan/arrahmah.com)

Ikhwanul Muslimin: Rezim Sisi berperan dalam pembunuhan jaksa Hisham Barakat

Posted: 01 Jul 2015 06:00 AM PDT

egypt-car-bomb-cairo-that-killed-Prosecutor-General-Hisham-Barakat-June-29-2015

MESIR (Arrahmah.com) - Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa rezim Presiden Abdel Fattah As-Sisi bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap jaksa penuntut umum negara itu, Hisham Barakat pada Senin (29/6/2015).

Gerakan ini mengatakan bahwa rezim telah membentuk sebuah dasar ketakutan dan membalik Mesir dari pengalaman demokrasi yang menjanjikan ke skenario yang penuh dengan pembunuhan massal dan kekerasan, lansir MEMO.

Juru bicara Muhammad Muntasir menekankan bahwa kelompok mereka menolak bentuk pembunuhan apapun. "Situasi Mesir saat ini telah melebihi kapasitas semua orang," katanya. "Tidak ada cara untuk menghentikan pertumpahan darah kecuali dengan mematahkan kudeta militer dan menghidupkan kembali revolusi."

Pernyataan Muntasir menyebutkan bahwa jaksa penuntut umum membina kekerasan dengan memfasilitasi pembunuhan, penangkapan, kematian perlahan di penjara, penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, penahanan jangka panjang, penculikan dan pelenyapan paksa.

"Semua kejahatan ini mengakibatkan puluhan ribu tertindas," jelasnya. "Pembunuhan Barakat dalam insiden bom mobil adalah bukti bahwa badan keamanan rezim hanya bisa menghadapi demonstran damai di jalan-jalan dan melakukan penyeretan, penghinaan dan penyiksaan terhadap para pekerja miskin dan PKL di daerah kumuh."

Pernyataan itu menambahkan bahwa hanya keadilan dan penghapusan rezim saat ini yang akan mengakhiri kekerasan dan membuat Mesir bebas.

(banan/arrahmah.com)

Badan amal Muslim Australia turun ke Aceh membantu Muslim Rohingya dan Indonesia

Posted: 01 Jul 2015 05:20 AM PDT

human appeal in rohingya camp in aceh

(Arrahmah.com) - Direktur Human Appeal International Australia Bashar Al-Jamal menghabiskan hari-hari pertamanya di bulan Ramadhan di Indonesia untuk mendistribusikan bantuan kepada Muslim Indonesia yang miskin di Jakarta dan pengungsi Muslim Rohingya di Aceh, lapor Muslim Village pada Selasa (30/6/2015).

Pendistribusian pertama dilakukan di Muara Angke di Jakarta Utara. Di sana banyak orang-orang miskin fan fakir yang sangat membutuhkan bantuan. Sebanyak 156 keluarga menerima parsel makanan dan makanan berbuka puasa juga diberikan untuk mereka. Mereka sangat berterimakasih atas bantuan tersebut.

Hari-hari berikutnya badan amal Muslim Australia itu mendistribusikan bantuan di sebuah kamp pengungsian Muslim Rohingya di Bayeun, Aceh Timur. Pada saat bertemu dengan para pengungsi Rohingya, para relawan semakin menemukan dengan jelas penderitaan Muslim Rohingya karena mereka menceritakan kondisi mengerikan yang mereka alami setiap hari di Myanmar hingga cerita tentang kehilangan anggota keluarga mereka. Belum lagi cerita tentang perjalanan mereka dengan perahu yang penuh dengan kesulitan dan menantang maut demi menyelamatkan jiwa mereka dari tanah air mereka sendiri.

human appeal in rohingya camp in aceh

human appeal in rohingya camp in aceh

Di antara mereka ada Anwara Begum, seorang Muslimah yang terpaksa melarikan diri dari Myanmar dan menghabiskan waktu tiga setengah bulan di atas perahu sebelum akhirnya menemukan pengungsian di Aceh.

Lebih dari 1150 pengungsi Rohingya mendapatkan manfaat dari bantuan tersebut, mereka mendapatkan alat-alat kebersihan, parsel makanan dan makanan untuk berbuka puasa. Para pengungsi sangat berterimakasih kepada Human Appeal atas bantuan yang diterima. (siraaj/arrahmah.com)

Armada Maroko akan menuju Gaza dalam beberapa hari

Posted: 01 Jul 2015 05:00 AM PDT

freedom flotillah 3

PARIS (Arrahmah.com) - Mantan presiden Tunisia Moncef Marzouki mengatakan pada Selasa (30/6/2015) bahwa armada Maroko akan menuju ke Jalur Gaza dalam beberapa hari, sebagaimana dilansir oleh Ma'an News Agency.

Marzouki mencapai bandara Charl Degol di Paris pada Selasa pagi (30/6) setelah ia ditangkap oleh pasukan "Israel" pada Ahad malam. Marzouki terpaksa harus ke Paris pada Selasa.

Menurut laporan berita, Marzouki menggambarkan apa yang angkatan laut "Israel" lakukan terhadap armada itu sebagai "pembajakan yang tidak akan menghentikan kita dari mendukung Jalur Gaza."

Pada Senin (29/6), "Israel" mendeportasi mantan presiden Tunisia Moncef Marzouki dan anggota parlemen Eropa Ana Miranda setelah mereka ikut serta dalam armada yang berusaha menentang blokade Gaza, kata seorang pejabat "Israel".

"(Mantan) presiden Tunisia dan anggota parlemen Spanyol terbang pagi ini (Selasa). Ada 14 orang lain yang telah mulai menjalani proses pengusiran," kata juru bicara otoritas imigrasi "Israel" kepada AFP.

Marzouki, yang secara luas dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia, berlayar di atas kapal Swedia, Marianne, dari Gothenburg sebagai bagian dari empat kapal dari Freedom Flotilla III yang berlayar dari Eropa bulan lalu.

"Israel" menyita kapal Marianne yang berbendera Swedia pada Senin (29/6) dan dikawal menuju pelabuhan Ashdod.

Enam belas warga negara asing berada di kapal itu bersama dengan dua warga "Israel", anggota Knesset Palestina Basel Ghattas dan seorang reporter televisi.

Kedua warga "Israel" itu telah dibebaskan, meskipun Ghattas bisa saja menghadapi sidang parlemen terkait apakah ia harus mendapat sanksi.

Empat kapal armada aktivis pro-Palestina itu telah berusaha mencapai Jalur Gaza untuk menyoroti blokade "Israel" atas wilayah itu yang mereka sebut sebagai tindakan yang "tidak manusiawi dan ilegal".

Tiga kapal lainnya telah kembali sebelum Marianne itu dibajak oleh angkatan laut "Israel" dalam sebuah operasi yang berlangsung tanpa kekuatan mematikan seperti halnya dalam upaya serupa pada tahun 2010.

Kampanye Freedom Flotilla III datang saat "Israel" menghadapi tekanan berat dari internasional atas tindakannya di Gaza, di mana laporan PBB pekan lalu mengatakan bahwa "Israel" mungkin memiliki kejahatan perang selama konflik 50 hari di Jalur Gaza yang terkepung musim panas lalu.

"Israel" mengatakan bahwa blokade diperlukan untuk menghentikan pengiriman senjata ke Jalur Gaza melalui laut, tetapi kelompok-kelompok hak asasi internasional mengatakan bahwa blokade itu adalah hukuman kolektif dan telah menyebabkan krisis kemanusiaan bagi 1,8 penduduk Palestina di wilayah itu.

Rekonstruksi ribuan rumah yang hancur selama agresi "Israel" belum dimulai, dan blokade "Israel" serta kurangnya dukungan dari donor internasional disalahkan atas tertundanya rekonstruksi Gaza.

Pada tahun 2010, 10 aktivis Turki di kapal Mavi Marmara meninggal dalam serangan "Israel" terhadap kapal itu.

(ameera/arrahmah.com)

Perguruan Tinggi Muslim India melarang mahasiswa memakai pakaian tidak sopan

Posted: 01 Jul 2015 03:00 AM PDT

muslimah India

KERALA (Arrahmah.com) - Sebuah perguruan tinggi Islam di India telah memperkenalkan peraturan untuk tahun ajaran baru ini yang melarang mahasiswanya memakai pakaian jeans ketat, atasan pendek dan legging, dalam keputusan yang dipuji oleh para orang tua mahasiswa siswa untuk mendorong perilaku sopan di kampus.

"Setiap tahun kami meminta kepada mahasiswa untuk tidak memakai celana jeans dan atasan pendek," kata Profesor B Seethalakshmi, pimpinan Perguruan Tinggi Muslim, kepada NDTV, Senin (29/6/2015), sebagaimana dilansir oleh onislam.

"Bagaimanapun, ada beberapa mahasiswa yang memakai pakaian tersebut. Tapi karena mereka tidak mendengarkan, kami mengeluarkan peraturan tentang pakaian dari tahun akademik ini."

Menurut kepala sekolah, keputusan itu datang setelah beberapa mahasiswa menghadiri kuliah sambil mengenakan celana jins ketat, atasan pendek dan legging yang dianggap tidak sopan.

Berdasarkan peraturan baru yang mulai berlaku pada 8 Juli nanti, mahasiswi di perguruan tinggi Islam itu diwajibkan memakai salwar, churidar, dan mantel.

Masiswa yang mengenakan busana Muslimah seperti hijab, cadar dan mafta atau jilbab akan diizinkan untuk masuk perguruan tinggi yang dikelola oleh Muslim Educational Society (MES) di Nadakavu, Kozhikode.

Keputusan perguruan tinggi Islam itu telah memicu reaksi beragam di kalangan aktivis hak-hak perempuan.

"Kita harus ingat konteks budaya. Ada suatu masa ketika wanita tidak bisa berjalan dengan wajah mereka yang terbuka di sini," kata Sandhya SN, seorang aktivis.

"Perintah ini harus dilihat dalam konteks yang berkembang. Dan akhirnya, orang menerima perintah ini sebagai perintah yang dianggap usang," tambahnya.

Advokat Renjitha dari organisasi perempuan Sakhi mengatakan: "ini tidak bisa diterima. Seragam ok. Mereka untuk semua orang. Tetapi sebuah aturan berpakaian, di mana diseleksi pakaian yang boleh dipakai dan pilihan jenis pakaian yang lain dipandang rendah merupakan hal yang degeneratif."

Pada Agustus lalu, ada beberapa sekolah yang dikelola oleh non-Muslim di Kerala, India selatan, mengeluarkan keputusan yang mengizinkan pemakaian kerudung dari kelas I, dalam menanggapi permintaan para orang tua Muslim.

Muslim di India berjumlah sekitar 160 juta dari total 1,1 miliar penduduk. India memiliki populasi Muslim terbesar ketiga di dunia setelah Indonesia dan Pakistan.

(ameera/arrahmah.com)

Nubuwat Rasulullah tentang Syiah

Posted: 01 Jul 2015 02:43 AM PDT

buku-fakta-syiah-bukan-islam

(Arrahmah.com) - Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam telah memperkirakan akan datangnya suatu kaum yang menamakan dirinya kaum Muslimin dan mengklaim diri sebagai keluarga Nabi atau Ahlul Bait, namun pada hakekatnya merupakan musuh paling kejam terhadap umat Islam. Inilah nubuwat atau info kenabian yang tiada siapapun yang mengetahuinya melainkan dia seorang nabi.

Telah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam kitab Al Mu'jam Al Kabir No. 12998 :

Dari Ibnu Abbas ujarnya, saya pernah berada di sisi nabi shallalhu alaihi wa sallam bersamaan dengan Ali. Saat itu Nabi bersabda kepada Ali : "Wahai Ali, nanti akan muncul di tengah umatku suatu kaum yang berlebihan dalam mencintai kita ahlul baiit, mereka dikenal dengan nama Syiah Rafidhah. Karena itu bunuhlah mereka sebab mereka adalah kaum musyrik."

Hal itu tercantum pada halaman 91 buku Fakta Syiah bukan Islam karya Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman.

Selanjutnya selain dari nubuwat Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam ini, khalifah Ali bin Ali Thalib sendiri berkata : di belakang kami kelak akan muncul suatu kaum yang mengaku cinta kepada kamu. Mereka suka berdusta dengan nama kamu, mereka sebenarnya keluar dari Islam. Ciri mereka yaitu gemar memaki Abu Bakar dan Umar.

Ammar bin Yasir berkata kepada seorang laki-laki yang mencerca Aisyah ketika berada di sisi Ammar bin Yasir: "Pergilah kamu wahai orang yang celaka, apakah engkau senang menyakiti kekasih Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam." (HR At-Tarmidzi, hadits hasan)

Semua golongan syiah senang sekali mencela Aisyah Radhiallahu'Anhu.

Demikianlah sebenarnya sikap Rasulullah shallalhu alaihi wa sallam, Ali bin Thalib, dan Ammar bin Yasir yang oleh Syiah dipandang sebagai tokoh-tokoh mereka, tetapi ternyata menyuruh kita untuk memerangi Syiah karena mereka musyrik atau keluar dari Islam.

Buku terbitan Arrahmah Publishing, Maret 2015 ini terdiri dari beberapa bagian, yakni Mukadimah, Mengenali Syiah, Sejarah munculnya gerakan Syiah, Syiah bukan Islam: Penyimpangan sesat Syiah, dan Catatan penting tentang Syiah di Indonesia. (azmuttaqin/arrahmah.com)

Ini takaran bayar fidyah menurut Al-Qur'an dan Sunnah

Posted: 01 Jul 2015 02:00 AM PDT

ilustrasi: takaran bayar fidyah (Foto: Google)

BANDUNG (Arrahmah.com) - Ada satu hal pelik yang dirasakan Muslim yang berhalangan untuk berpuasa pada setiap bulan Ramadhan, yakni bagaimanatakaran dalam membayar fidyah. Ada yang mengatakan boleh dibayar sesuai harga nominal makan kita untuk satu porsi dikalikan jumlah puasa yang harus diganti, ada pula yang menyarankan dengan memberi makan orang miskin sebanyak 1 mud (1,25 kilogram cerealia, seperti gandum, beras dan lainnya, red.).

Lantas bagaimana kaidah fiqih mengatur pembayaran fidyah yang sesuai dengan perintah Allah dan seperti yang diteladankan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam? Berikut Arrahmah kutipkan penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat Lc., dalam Rumah Fiqih Indonesia, pada Rabu (1/7/2015).

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Membayar fidyah memang ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa. Setiap satu hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin.

Sedangkan teknis pelaksanaannya, apakah mau perhari atau mau sekaligus sebulan, kembali kepada keluasan masing-masing orang. Kalau seseorang nyaman memberi fidyah tiap hari, silahkan dilakukan. Sebaliknya, bila lebih nyaman untuk diberikan sekaligus untuk puasa satu bulan, silah saja.

Yang penting jumlah takarannya tidak kurang dari yang telah ditetapkan.

Berapakah besar fidyah?

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi'i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi shalallahu 'alaihi wasallam. Yang dimaksud dengan mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan, kira-kira mirip orang berdoa.

Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam atau setara dengan setengah sha' kurma atau tepung. Atau juga bisa disetarakan dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang kepada satu orang miskin.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 halaman 143 disebutkan bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara dengan 675 gram atau 0,688 liter. Sedangkan 1 sha' setara dengan 4 mud . Bila ditimbang, 1 sha' itu beratnya kira-kira 2.176 gram. Bila diukur volumenya, 1 sha' setara dengan 2,75 liter.

Siapa Saja yang Harus Bayar Fidyah?

  1. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.
  2. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa.
  3. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Mereka itu wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama, namun menurut Imam Syafi'i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha' puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha'.
  4. Orang yang menunda kewajiban mengqadha' puasa Ramadhan tanpa uzur syar'i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha'nya sekaligus membayar fidyah, menurut sebagian ulama.

Wallahu a'lam bish shawab. (adibahasan/arrahmah.com)