Gencatan Senjata sementara di Zabadani

Gencatan senjata sementara antara militer Suriah, Syiah Hizbullah di satu sisi dengan Mujahidin Suriah di sisi lain di kota Zabadani, pedesaan Damaskus, dikabarkan kembali diberlakukan pada Kamis pagi ini (27/08). Di saat yang sama, sedikitnya lima milisi Syiah Hizbullah tewas dalam pertempuran 24 jam terakhir di kota strategis itu.

Kantor berita Reuters menyebutkan dari sumber terpercaya, seperti dinukil Al-Jazeera, gencatan itu mulai diberlakukan pada Kamis pukul enam pagi waktu setempat. Selama dua hari kota itu disepakati tidak ada pertempuran atau serangan dari kedua kubu.

Sebelumnya, pihak rezim dan mujahidin juga menyepakati hal serupa. Rezim bersedia gencatan senjata 48 jam di Zabadani dengan sarat mujahidin juga bersedia gencatan senjata di kota dua kota Syiah di pedesaan Idlib yang hampir setiap hari dihujani mortir.

Kedua pihak berupaya menambah waktu gencatan tersebut namun gagal. Hal itu karena Iran mendesak seluruh warga Zabadani minggalkan kota untuk mereka duduki.

Sementara itu, wartawan Al-Jazeera di Lebanon melaporkan sedikitnya lima milisi Syiah Hizbullah tewas dalam pertempuran di Zabadani selama 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah militan Syiah Hizbullah yang tewas sejak pertempuran bulan Juli lalu menjadi 75 militan, sebagaimana data yang dikumpulkan Al-Jazeera. Sementara korban luka-luka sangat banyak.

Di sisi lain, sumber mujahidin menyebutkan pihaknya menahan sedikitnya enam mayat militan Syiah Hizbullah. Mayat-mayat itu tewas dalam pertempuran di dalam kota Zabadani.


6 Milisi Hizbullah Yang Terbunuh di hari terakhir sebelum gencatan senjata, 
Website pro Hizbullah juga merilis 35 nama pejuangnya yang tewas baru-baru ini http://t.co/f0tPwnLqqv