Arrahmah.Com | |
- Militan Kristen Anti-Balaka di Republik Afrika Tengah kembali berulah, enam orang dilaporkan tewas dalam kekerasan yang mereka ciptakan
- Operasi gabungan harmonis Jabhah Nushrah, Jabhah Islamiyah, dan kelompok jihad lokal berhasil merebut markas militer nushairiyah
- KH. Najih Maimoen: FPI sangat dibutuhkan
- Gus Najih kecam pemikiran liberal Nusron Wahid
- Muslimah India membantu anak-anak Hindu yang terjangkiti HIV
- "Ulama" Syiah di Saudi dihukum mati
- Densus 88 tangkap Firdaus di Bulukumba
- Bayi Muslim Rohingya di Australia tidak diakui sebagai pengungsi
- Irlandia singkirkan perusahaan G4S dalam proyek besar karena terlibat dengan Israel
- Kepala militer "Israel" akui keberanian pejuang Hamas
| Posted: 16 Oct 2014 04:41 PM PDT BANGUI (Arrahmah.com) - Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah kekerasan yang melibatkan militan Kristen anti-Balaka pecah di ibukota Republik Afrika Tengah (CAR). Bentrokan di ibukota pada Rabu (15/10/2014) antara militan Kristen dengan tentara yang disebarkan oleh PBB di negara itu, meninggalkan tiga orang militan tewas dan empat pasukan PBB terluka, ujar para pejabat seperti dilansir Al Jazeera pada Pertempuran pecah di jalan utama menuju bandara Bangui ketika pasukan PBB berusaha menghapus barikade anti-Balaka. Kekerasan pertama meletus pada Selasa (14/10) di distrik dekat tepi sungai Oubangi di Bangui, yang juga dekat dengan kediaman Presiden Catherine Samba Panza saat militan bersenjata menyerbu rumah-rumah penduduk. "Militan anti-Balaka membakar 22 rumah. Tiga orang tewas termasuk dua orang yang terbakar hidup-hidup di rumah mereka," ujar Joseph Tagbale, walikota distrik. Kekerasan pecah di Republik Afrika Tengah ketika Michel Djotodia, seorang Muslim pertama menjadi presiden di negara mayoritas Kristen tersebut. Penduduk Kristen tidak menerima hal tersebut, lalu mereka membentuk kelompok militan bersenjata "anti-Balaka" untuk menggulingkan kekuasaan dan melakukan berbagai kebiadaban terhadap Muslim di sana. Michel Djotodia tunduk pada tekanan internasional dan melakukan pengasingan pada bulan Januari lalu. Perancis telah mengerahkan tentara dan pasukan PBB ditingkatkan untuk membendung kekerasan sektarian. (haninmazaya/arrahmah.com) |
| Posted: 16 Oct 2014 09:40 AM PDT MOUREK (Arrahmah.com) - Ada yang tak biasa dari pemberitaan tentang Suriah kali ini. Pasalnya para Mujahidin yang biasa diberitakan media mainstream saling bentrok dan saling bermusuhan, memperlihatkan kenyataan yang jauh berbeda. Mujahidin Jabhah Nushrah (JN), Jabhah Islamiyah, dan kelompok2 jihad lokal lainnya berhasil merebut posko militer kisarah dan markas brigade milik pasukan rezim nushairiyah Suriah dalam operasi gabungan harmonis pada Selasa (14/10/2014), sebagaimana dilansir media resmi JN, Marshad Al-Jihad Al-Alami. Operasi gabungan tersebut dilakukan terjadi di utara kota Mourek, pinggiran Hamah. Pertempuran itu berhasil merebut posko militer Kisarah terletak di dekat jalan raya internasional Hamah - Damaskus. Dalam pertempuran sengit untuk membebaskan posko militer tersebut, Mujahidin dengan izin Allah sukses menghancurkan sebuah tank T72 dan sebuah panser milik pasukan rezim nushairiyah. Pasca pembebasan posko militer kisarah & markas brigade, pertempuran yang lebih sengit meletus. Pasukan rezim nushairiyah mengerahkan pasukan lebih besar dalam upaya merebut kembali kedua markas militer mereka tsb. Pertempuran sengit pasca pembebasan posko militer kisarah dan markas brigade Mourek utara tak dapat dielakan. Wartawan Muhammad Al-Kinnisy melaporkan pada waktu fajar selasa (14/10) pagi pasukan nushairiyah menduduki markas brigade tank di Mourek utara. Namun menjelang tengah hari Mujahidin berhasil merebut kembali markas tersebut. Sebuah tank T 72 dan sebuah panser BMP milik pasukan nushairiyah berhasil dihancurkan Mujahidin dalam pertempuran tersebut. Terdapat pula dokumentasi Mujahidin Jabhah Islamiyah dan kelompol2 jihad lainnya berhasil merebut markas brigade tank rezim nushairiyah di kota Mourek, pinggiran Hamah pada senin (13/10/2014). Dalam pertempuran tsb mujahidin menghancurkan sebuah tank T72, sebuah panser BMP dan sebuah buldozer milik pasukan rezim nushsiriyah Suriah. (adibahasan/arrahmah.com) |
| KH. Najih Maimoen: FPI sangat dibutuhkan Posted: 16 Oct 2014 08:27 AM PDT JAKARTA (Arrahmah.com) - Sejumlah orang pembenci Islam akhir-akhir ini kembali menyuarakan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dengan cara mencari-cari kesalahan FPI sekaligus menafikan peran sertanya dalam pembangunan Republik Indonesia.Salah satu cara yang sering dikemukakan adalah perihal cara kekerasan yang sering ditunjukkan oleh masa FPI. Lantas apa kata KH. Muhammad Najih Maimoen Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah tentang FPI. "FPI menurut kami,dalam konteks ke-Indonesiaan sangat dibutuhkan, karena lemahnya penanganan pemerintah dalam memberantas kemaksiatan," kata Kiai pembimbing dan pengasuh khos Darus Shohihain di PP Al Anwar ini. Menurut Gus Najih, begitu sapaan akrab Kiai, FPI menyadari kalau pemerintah mau konsisten memberantas kemungkaran dan kemaksiatan, memerangi orang-orang yang menodai ideologi pancasila dan UU 45, merongrong kewibawaan NKRI, FPI tidak usah dibubarkan, dia akan bubar sendiri. "FPI juga mengakui bahwa Islam mengutuk segala bentuk kekerasan, ekstrim, radikal, kamikaze. Andaikan terjadi kekersaan,itu di luar prosedur AD/ART FPI. Kalaupun terjadi pelanggaran dari anggota itupun sudah ada sangsi dari FPI dan mempersilahkan kepada pihak berwajib untuk memprosesnya," papar putra kedua KH. Maimoen Zubair ini. Terkait tayangan ILC Tv One, tentang Islam rahman lil alamin tanpa kekerasan yang dikemukakan Masyudi, Gus Najih juga meminta Masyudi Syuhud (Sekjen PBNU) untuk belajar sejarah lagi. "Dalam Islam pernah terjadi ketegasan dalam berdakwah. Peristiwa Masjid Dliror, Masjid yang dibangun atas prakarsa orang munafiq Abu Amir ar Rohib untuk menandingi Masjid Quba'. Sehingga keberadaan masjid ini sangat membahayakan, seperti yang dijelaskan dalam firman Allah surat at Taubah ayat 107, 108. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkan para shahabat untuk merusak dan membakarnya," papar Gus Najih. Menurut dia, begitu juga orang-orang yang mengetahui sunnah Nabi Shallalahu alaihi wa sallam, tidak mengingkari bahwa pada zaman Khulafa'ur Rosyidin juga terjadi semacam pembunuhan dan penyiksaan. "Ketika tidak ada kemaslahatan kecuali membakar mushaf maka pendapat yang sesuai dengan maslahat tersebutlah yang diikuti. Sayyidina Abu Bakar pernah membakar orang yang berbuat sodomi. Sayidina Ali RA juga pernah membakar orang orang khowarij. Sayyidina Umar RA juga pernah membuang dan mengasingkan Nashr bin Hajjaj di luar Madinah, membakar kedai khomr, membakar rumah mewahnya Sa'd bin Abi Waqqos dll. Sayidina Utsman RA penah membakar mushaf yang bertentangan dengan lisan Quraisy," jelas Gus Najih. Untuk itu pertanyaan Gus Najih untuk orang seperti Masyudi Syuhud dan Nusron Wahid dengan perkataan kufurnya ayat konstitusi di atas ayat Al Quran serta dan orang-orang liberal lainnya sebenarnya anda-anda itu anti Islam atau anti kekerasan?(azm/arrahmah.com) |
| Gus Najih kecam pemikiran liberal Nusron Wahid Posted: 16 Oct 2014 06:53 AM PDT JAKARTA (Arrahmah.com) - Salah satu pemikiran liberal terlontar dari mulut Nusron Wahid Ketua Umum GP Anshor yang mengatakan kedudukan ayat konstitusi di atas ayat Al-Qur'an. Spontan kalimat penistaan ini menuai kecaman keras bukan hanya dari lawan debatnya saat di acara ILC TV One FPI, namun juga dari warga Nahdliyin. KH. Muhammad Najih Maimoen Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah menilai pernyataan Nusron sangat gegabah dan ngawur. "Pernyataan tersebut jelas mengandung kekufuran. Karena tidak mengakui relevansi al-Qur'an," tegas KH. Muhammad Najih dalam pesan pendeknya kepada arrahmah.com, Kamis (16/10/2014). Kiai yang akrab disapa Gus Najih ini menambahkan, "Hanya orang gila yang mampu mengeluarkan perkataan tersebut. Inilah salah satu didikan Gus Dur sang bapak pluralisme." Rupanya Nusron, imbuh Gus Najih, tambah gila dan stres karena dipecat Golkar dan tidak jadi dilantik menjadi anggota DPR. Sebelumnya menyikapi pernyataan Nusron yang liberal , Ketua Majelis Syura DPP FPI KH. Misbahul Anam berseloroh "Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai "Fatwa" Ketumnya, maka mulai besok jangan baca ayat Al-Qur'an tapi baca saja ayat konstitusi, dan kalau sekarat atau mati maka jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat konstitusi." (azm/arrahmah.com) |
| Muslimah India membantu anak-anak Hindu yang terjangkiti HIV Posted: 16 Oct 2014 06:27 AM PDT INDIA (Arrahmah.com) - Seorang Muslimah India rela merawat puluan anak-anak Hindu yang terjangkiti HIV, kegiatannya menginspirasi orang-orang di masyarakat mayoritas Hindu. Tabassum, seorang Muslimah India, menceritakan tentang pusat perawatan medisnya Snehadeep, yang memberikan perawatan bagi anak-anak yang positif terjangkiti HIV di Karnakata, bagian barat daya India selama sejak dua tahun lalu. "Saya bisa mengatakan dengan gembira bahwa di Snehadeep, Saya merawat 14 anak-anak perempuan yang berusia 7-12 tahun dan semuanya adalah orang Hindu," katanya kepada Bangalore Mirror pada Rabu (15/10/2014), seperti dilansir OnIslam. Tabassum mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang-orang yang terkena HIV, setelah ada orang terdekatnya yang meninggal dua hari setelah didiagnosa positif mengidap HIV. "Selama 14 tahun terakhir, Saya telah bekerja untuk merawat anak-anak yang positif mengidap HIV dan para wanita hamil. Pandangan saya berubah setelah insiden ini," ujar Tabassum. Sebagai seorang Muslimah, bekerja di sebuah LSM di masyarakat mayoritas Hindu menjadi tantangan yang tidak mudah bagi Tabassum. "Tidak pernah mudah bagi seorang perempuan Muslim untuk maju dan bekerja, terutama dengan sebuah LSM di mana anda berurusan dengan segala macam orang," katanya. Tabassum mengatakan bahwa keluarganya sempat menentang aktivitasnya yang beresiko ini, tetapi ia berusaha meyakinkan keluarganya dan terus maju. Tantangan juga dihadapi Tabassum setelah ia membuka pusat perawatan HIV yang bernama Snehadeep. (siraaj/arrahmah.com) |
| "Ulama" Syiah di Saudi dihukum mati Posted: 16 Oct 2014 05:17 AM PDT RIYADH (Arrahmah.com) - Pengadilan di Arab Saudi telah menghukum mati seorang "ulama" Syiah Sheikh Nimr Baqir al-Nimr, keluarganya mengatakan, sebagaimana dilansir oleh BBC, Rabu (15/10/2014). Saudara Sheikh Nimr Baqir al-Nimr mengatakan ia dinyatakan bersalah karena telah melakukan "campur tangan asing" di kerajaan itu, menentang penguasa dan mengangkat senjata melawan pasukan keamanan. Sheikh Nimr ditahan pada bulan Juli 2012 setelah mendalangi protes besar-besaran yang meletus pada bulan Februari 2011 di distrik Qatif di bagian timur Arab Saudi, yang merupakan tempat tinggal bagi banyak minoritas Syiah di negara itu. Penangkapan Nimr, di mana ia terluka oleh tembakan polisi, memicu protes selama beberapa hari. Tahun lalu jaksa mengatakan bahwa Sheikh Nimr dijatuhi hukuman karena "membantu teroris" dan "melancarkan perang terhadap Tuhan," yang menyebabkan ia dijatuhi hukuman mati. Provinsi Timur yang kaya minyak adalah tempat tinggal kelompok mayoritas Syiah yang sejak lama mengeluh karena disudutkan oleh keluarga kerajaan Sunni, sebagaimana dilansir oleh BBC. Pemerintah Saudi menyangkal melakukan diskriminasi terhadap Syiah dan menyalahkan Iran yang memicu ketidakpuasan. Ketegangan berawal pada bulan Februari 2011 setelah dimulainya pemberontakan pendukung demokrasi di negara tetangga Bahrain, yang sebagian besar penduduknya Syiah dan keluarga kerajaan Sunni. Ketegangan semakin meningkat pada bulan Juli 2012 ketika pasukan keamanan terluka dan Nimr ditangkap dalam sebuah bentrokan. Bentrokan itu juga telah menewaskan sekitar 24 orang, termasuk diantaranya empat polisi. Pada Juni tahun ini, pengadilan menjatuhkan hukuman mati terhadap dua orang karena terlibat dalam pembentukan kelompok teroris dan kejahatan lainnya yang terkait dengan protes yang dilancarkan oleh minoritas syiah. Beberapa orang juga dijatuhi hukuman penjara selama beberapa tahun. Polisi Saudi mengatakan pada 30 September bahwa salah satu petugas mereka terluka ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah pos pemeriksaan di desa Syiah Awamiya. (ameera/arrahmah.com) |
| Densus 88 tangkap Firdaus di Bulukumba Posted: 16 Oct 2014 03:55 AM PDT MAKASSAR (Arrahmah.com) - Densus 88 Polri menangkap Firdaus alias Daus Bin Faizal (25 tahun) seorang warga yang dituduh sebagai jaringan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Firdaus ditangkap di Kompleks BTN II, Blok B 3, Nomor 14 Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Rabu (15/10/2014) sekira pukul 18.00 WITA. Dia dituduh sebagai kurir mujahidin kelompok Santoso asal Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Dia juga pernah menetap di Jalan Touwa lorong Malaya Nomor 142 D, Palu Sulteng. Laman Okezone Kamis (16/10/2014) mewartakan, penangkapan ini atas kerja sama Polda Sulsel dan Resmob Bulukumba yang dipimpin AKBP Mas Jaya di rumah milik H Hamja, pensiunan PNS Bina Marga, yang merupakan bibi dari Firdaus alias Daus. Informasi di Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel) menyebutkan keterangan yang diperoleh bahwa Firdaus alias Daus baru sekira dua hari menginap di rumah tersebut dan akan menikah pada bulan Desember. Kemudian selama tinggal di rumah itu sangat tertutup dan terakhir terlihat oleh warga melaksanakan shalat zhuhur di Masjid kompleks BTN II Kabupaten Bulukumba. "Setelah dilakukan penangkapan Firdaus alias Daus kemudian diamankan di Mapolres Bulukumba. Hingga kemudian dibawa oleh tim Densus ke menuju Makassar untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," kata sumber. (azm/arrahmah.com) |
| Bayi Muslim Rohingya di Australia tidak diakui sebagai pengungsi Posted: 16 Oct 2014 02:52 AM PDT AUSTRALIA (Arrahmah.com) - Ironis, sebuah pengadilan di Australia telah memutuskan bahwa seorang bayi Muslim Rohingya di Rumah Sakit Brisbane tidak memiliki hak sebagai status pengungsi, menurut laporan media lokal pada Rabu (15/10/2014), seperti dilansir World Bulletin. Ferouz Myuddin, yang baru berusia sebelas bulan, tidak mendapatkan visa perlindungan yang bisa memberikannya hak tinggal permanen di Australia setelah seorang hakim pengadilan federal memutuskan bahwa kedatangan Myuddin melalui laut tidak sah, sehingga tidak dapat diklaim sebagai pengungsi. Keputusan ini telah berdampak juga bagi sekitar 100 bayi baru lahir di tanah Australia, orangtua mereka tiba di negara tersebut dengan menggunakan perahu, menurut Murray Watta, seorang pengacara orangtua bayi, dikutip Brisbane Times. Ferouz laihr di Rumah Sakit Bersalin Brisbane setelah ibunya dipindahkan dari sebuah pusat penahanan pengungsi Rohingya di Nauru, kepulauan Pasifik di mana banyak pengungsi ditahan. Keluarga Ferouz, salah satu keluarga Muslim Rohingya yang mengalami penyiksaan di tanah air mereka di Arakan, Myanmar, tiba di Australia pada September tahun lalu sebelum dibawa ke Nauru. Hakim Micheal Jarret setuju dengan keputusan Kementerian Imigrasi bahwa Ferouz telah tiba di Australia secara ilegal. Watt mengatakan bahwa ia menasehati keluarga Myuddin, yang saat ini tengah berada di pusat penahanan di Darwin, untuk mengajukan banding. "Ini keputusan yang menggelikan yang diberikan mengingat ia lahir di sini di Rumah Sakit Bersalin Brisbane dan ia bahkan memiliki sertifikat kelahiran Queensland," katanya, dikutip ABC News. Orangtua Ferouz, yang juga memiliki dua anak lainnya, juga mengajukan permohonan kewarganegaraan untuknya sebagai migran "tak bernegara", dengan alasan bahwa kewarganegarannya tidak diakui di Myanmar karena ia seorang Muslim Rohingya. Keputusan ini muncul setelah Australia memperketat hukum imigrasinya, khususnya bagi para pengungsi yang datang menggunakan perahu dari Asia Tenggara. Australia bahkan telah mencapai kesepakatan dengan Kamboja pada bulan lalu untuk memberikan tempat yang baru dan menjalankan kamp-kamp penahanan di lepas pantai di Nauru dan Papua New Guinea. (siraaj/arrahmah.com) |
| Irlandia singkirkan perusahaan G4S dalam proyek besar karena terlibat dengan Israel Posted: 16 Oct 2014 01:30 AM PDT IRLANDIA (Arrahmah.com) - Irlandia memutuskan untuk menyingkirkan sebuah perusahaan keamanan swasta Inggris-Denmark dari proyek besar di Dublin atas keterlibatannya dalam menangani Penjara "Israel", ungkap Palestinian Boycott, Divestment and Sanctions National Committee, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Rabu (15/10/2014). Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa, komite itu mengatakan bahwa Irlandia menyingkirkan perusahaan keamanan terbesar di dunia G4S untuk berpartisipasi dalam proyek raksasa yang dipimpin oleh pemerintah Irlandia karena keterlibatan perusaahn tersebut dalam menyediakan layanan keamanan untuk pusat penjara "Israel", permukiman, dan pos-pos pemeriksaan. Sementara itu, pejabat di komite itu Zaid Shuaibi menganggap bahwa bekerjasama dengan perusahaan keamanan G4S merupakanh pelanggaran terhadap undang-undang internasional. Dia menyerukan kepada negara-negara Arab terutama Arab Saudi dan Kuwait untuk mengambil keputusan yang sama dan untuk menghentikan investasi dengan Perusahaan G4S. Perusahaan G4S dalam pertemuan tahunan pemegang saham pada tanggal lima Juni menyatakan tidak akan memperbarui kontrak keamanan dengan penjara-penjara "Israel" dan pos pemeriksaan. Keputusan ini diambil karena perusahaan G4S mengalami kerugian besar akibat aksi boikot internasional terhadap "Israel" dan semua perusahaan yang bekerjasama denganya. (ameera/arrahmah.com) |
| Kepala militer "Israel" akui keberanian pejuang Hamas Posted: 16 Oct 2014 12:30 AM PDT TEL AVIV (Arrahmah.com) - Seorang kepala tertinggi militer "Israel" memuji keberanian beberapa pejuang Hamas selama perang baru-baru ini dengan "Israel". Dalam komentar yang mengejutkan banyak orang di "Israel" pada Senin (13/10), Benny Gantz, Kepala Staf Angkatan Pertahanan "Israel" (IDF) mengatakan: "Dalam beberapa kasus, harus jujur dikatakan, mereka melakukan tindakan yang sangat berani", sebagaimana dilansir oleh The Telegraph, Selasa (14/10). Mr Gantz, yang telah berpartisipasi dalam lebih dari delapan perang selama karirnya bersama IDF, dijadwalkan untuk mundur dari jabatannya dalam empat bulan ini. "Berlari dan mencoba untuk memasang bahan peledak pada tank adalah tindakan orang yang berani", Kepala Staf itu mengatakan, saat berbicara di Tel Aviv. Dia menambahkan bahwa "Israel" sebaiknya tidak memicu kemarahan musuh [Hamas] atau "Israel" kemungkinan akan menghadapi tantangan di masa depan. Komentar ini tidak biasa, karena sebagian besar militer "Israel" menggambarkan Hamas dengan gambaran yang tidak manusiawi dan melakukan kekerasan. Ini bukan pertama kalinya komentar Mr Gantz ini dianggap kontroversial dalam beberapa pekan terakhir. Dalam sebuah wawancara dengan harian "Israel" Ma'ariv, Mr Gantz menganjurkan bantuan bagi warga Gaza agar gencatan senjata dengan "Israel" lebih tahan lama. "Orang-orang di sana perlu untuk hidup, dan mereka terjebak antara Mesir di satu sisi, "Israel" di sisi lainnya, dan laut dengan zona perikanan enam mil di sisi lain." Jurubicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Hussam Badran, mengatakan bahwa gerakan Hamas tidak membutuhkan kesaksian dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Zionis Jenderal Beny Gants untuk menggambarkan para pejuang Hamas bahwa mereka adalah para pemberani, karena bukti di medan pertempuran lebih dari kesaksian tersebut. Badran menjelaskan, "Kesaksian Kepala Staf Angkatan Bersenjata Zionis Jenderal Beny Gants tentang keberanian para pejuang Hamas, setelah membunuh 68 serdadunya dan melukai lebih dari 740 serdadu lainnya, telah membungkam orang-orang kami sendiri yang memiliki keraguan terhadap Hamas." (ameera/arrahmah.com) |
| You are subscribed to email updates from Arrahmah.com To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
