Arrahmah.Com

Arrahmah.Com

Link to Arrahmah.com

Pertemuan para tetua suku anti-Taliban dihantam ledakan bom

Posted: 15 Oct 2014 04:50 PM PDT

peta-pakistan

KHYBER (Arrahmah.com) - Sedikitnya lima orang tewas dan 10 terluka dalam serangan bom pada pertemuan tetua suku anti- Taliban di wilayah yang berbatasan dengan Afghanistan, ujar pernyataan para pejabat keamanan.

Penyerang meledakkan diri pada rapat yang diadakan Rabu (15/10/2014) di desa Pir Mela, sekitar 100 km dari sebelah barat daya Peshawar, di Lembah Tirah, wilayah Khyber, ujar para pejabat kepada kantor berita AP dan AFP.

AFP melaporkan bahwa korban luka telah dilarikan ke rumah sakit pemerintah. Surat kabar lokal, Dawn, mengatakan para korban belum diidentifikasi.

Tidak ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Mujahidin AQAP menguasai wilayah baru di Yaman selatan

Posted: 15 Oct 2014 04:14 PM PDT

Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP), bersumpah memerangi Syi'ah Houtsi.  (Foto : AFP)

SANA'A (Arrahmah.com) - Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) berhasil menguasai direktorat Al'Adayn di Yaman selatan pada Kamis (16/10/014) dini hari, ujar laporan Al Arabiya.

Sebelumnya pada Rabu (15/10), Mujahidin terlibat bentrok dengan militan Syi'ah Houtsi di Yaman Tengah yang terus memperluas kendali mereka terhadap beberapa wilayah Yaman. Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.

Mujahidin AQAP yang aktif di beberapa provinsi di Yaman, terus melakukan penyerangan terhadap militan Syi'ah yang berusaha menguasai Rada di provinsi Baida, sebelah tenggara ibukota Sana'a.

Militan Syi'ah membentangkan kendali mereka untuk wilayah tepi Laut Merah pada Selasa (14/10), merebut kendali kota pelabuhan Hudeida setelah perdana menteri baru diangkat dalam upaya untuk meredakan krisis politik di negara itu.

Para militan bayaran ini yang awalnya berbasis di utara, telah memerangi pasukan Yaman dan Mujahidin dalam beberapa bulan terakhir sebagai bagian dari upaya mereka untuk menyebarkan kendali mereka di seluruh negeri.

Al Qaeda Semenanjung Arab, dianggap oleh Amerika Serikat sebagai afiliasi Al Qaeda paling berbahaya dan para pemimpinnya telah ditargetkan berulangkali oleh serangan pengecut drone AS. Mereka telah bersumpah akan melawan militan Syi'ah dan membela kaum Muslim Yaman. (haninmazaya/arrahmah.com)

Untuk pembangunan Gaza, Indonesia bantu 1 juta dolar

Posted: 15 Oct 2014 07:11 AM PDT

Palestinian children play on a swing near the rubble of houses that were destroyed during the seven-week Israeli offensive, in the Shejaia neighborhood east of Gaza City

KAIRO (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia memberi bantuan sebesar satu juta dolar AS untuk pembangunan kembali jalur Gaza, Palestina.

"Terkait pembangunan kembali Jalur Gaza, Indonesia memberi bantuan darurat sebesar satu juta dolar AS," kata Wiwiek Ketua Delegasi Indonesia Konferensi Internasional untuk Pembangunan Kembali Jalur Gaza, Palestina, pascaserangan militer Zionis "Israel".

Konferensi Internasional untuk Pembangunan Kembali Jalur Gaza, Palestina, pascaserangan militer Israel, digelar di Kairo, Mesir, pada Ahad (12/10/2014), yang dihadiri sejumlah negara termasuk Indonesia.

Dikutip dari Antara, Wiwiek yang juga Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), di sela konferensi itu menegaskan bahwa Indonesia bersama dengan negara lainnya berkomitmen untuk terus membantu Palestina untuk bangkit kembali usai serangan brutal Zionis.

Dia menjelaskan, bantuan dana tersebut merupakan keputusan dan arahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera disalurkan kepada rakyat Palestina.

Kendati demikian, Wiwiek mencemaskan lambannnya proses pencairan dana tersebut oleh Kementerian Keuangan.

Proposal pencairan bantuan tersebut telah diajukan kepada Kementerian Keuangan sejak pertengahan Juli 2014, namun hingga kini belum kelar, ujar diplomat perempuan itu.

Padahal, katanya, ada puluhan ribuan warga Palestina, yang cedera atau kehilangan tempat tinggal akibat gempuran membabi-buta Israel pada Juli dan Agustus silam, sangat membutuhkan bantuan darurat.

Ditanya, apakah bantuan pemerintah itu harus melalui persetujuan DPR, Wiwiek menegaskan bahwa bantuan darurat tidak membutuhkan persetujuan parlemen.

Sementara itu, Indonesia sebelumnya juga telah memberi bantuan dana tambahan sebesar 10 juta dolar AS kepada UNESCO ketika Palestina secara resmi diterima sebagai anggota Badan PBB Bidang Pendidikan, Sains dan Kebudayaan tersebut.

Penerimaan keanggotaan Palestina di UNESCO itu juga tidak terlepas dari peran Indonesia dalam memperjuangkannya kendati ditentang keras oleh "Israel" dan sekutunya. (azm/arrahmah.com)

Hamas: Laporan Ban merupakan refleksi dari standar ganda dan kemunafikan politik

Posted: 15 Oct 2014 06:57 AM PDT

moon

GAZA (Arrahmah.com) - Pemimpin senior Hamas Mahmud al-Zahhar, pada Selasa (14/10) menyebutkan bahwa laporan terbaru yang dirilis oleh Ban Ki-moon PBB tentang terowongan Hamas merupakan refleksi dari "standar ganda" Ban dan "kemunafikan politik."

Zahhar mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa militer pendudukan "Israel" dan reaktor nuklir jauh lebih merusak daripada terowongan perlawanan Hamas.

Komentar Zahhar ini disuarakan beberapa saat setelah Ban Ki-moon mengatakan setelah kunjungan lapangan ke Jalur Gaza dan wilayah perbatasan "Israel" pada Selasa, "Tidak seorang pun yang harus hidup di bawah ancaman dan ketakutan akibat roket dan terowongan bawah tanah."

Keterkejutan Ban setelah memasuki terowongan Hamas "sangat berlebihan" dan merupakan reaksi "bias". Bagaimana dengan roket "Israel" yang telah menewaskan sedikitnya 2.100 warga Palestina, kebanyakan warga sipil dan anak-anak tak berdosa, dan menyebabkan sekitar 11.000 terluka?" Tanya seorang analis politik.

"Apakah Palestina, atau bangsa terjajah di bumi, diharapkan akan tetap membisu ketika harta benda dan rumah mereka satu-satunya berubah menjadi gundukan puing-puing?"

Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Palestina (PNGO), bersama dengan konsorsium organisasi hak asasi manusia Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama pada Selasa sore (14/10): "Kami berharap Ki-moon mampir ke Gaza selama serangan terbaru "Israel", sebagai aksi solidaritas terhadap Jalur Gaza, dan menggunakan kekuatan moral untuk menghentikan agresi."

Organisasi itu juga mengungkapkan harapannya bahwa para pejabat PBB akan berupaya untuk mengembalikan hak warga Gaza, meringankan penderitaan para korban, dan mendesak untuk menghentikan pendudukan "Israel".

Oragnisasi itu juga mendesak untuk menyeret penjahat perang "Israel" ke pengadilan sehingga bisa memastikan bahwa agresi terhadap warga sipil Gaza tidak akan kembali terulang dalam bentuk apapun.

(ameera/arrahmah.com)

Garang-garang Syam Al-Islam, dicintai rakyat Suriah

Posted: 15 Oct 2014 05:06 AM PDT

mahad-syari-syam-islam

SURIAH (Arrahmah.com) - Segarang-garangnya citra yang digambarkan musuh Islam terhadap para Mujahidin, nampaknya tak mampu menghapus kesan kasih sayang yang membekas di benak rakyat Suriah, sebagaimana dipublikasikan akun Twitter resmi Harakah Syam Al-Islam @sowaralsham, Selasa (14/10/2014).

Sementara, Departemen Keuangan AS belum lama ini memasukkan kelompok jihad Harakah Syam Al-Islam -salah satu unsur dalam Jabhah Anshar Ad-Dien- ke dalam daftar kelompok teroris.

Bagi penduduk Muslim Suriah sendiri, Harakah Syam Al-Islam adalah saudara dan penolong mereka. Harakah Syam Al-Islam selama ini aktif melakukan operasi jihad melawan rezim nushairiyah Suriah dan milisi-milisi syiah bayarannya. Selain itu, Harakah Syam Al-Islam juga giat dalam kegiatan dakwah, pendidikan dan kemanusiaan di tengah masyarakat Muslim Suriah.

Harakah Syam Al-Islam pada hari selasa (14/10/2014) merilis video pendek yang merekam kegiatan belajar mengajar pada salah satu pondok pesantren yang mereka dirikan untuk rakyat Suriah. Pondok pesantren tersebut menyelenggarakan pendidikan Islam secara gratis bagi anak-anak dan remaja Muslim Suriah.

Jika kita perhatikan, secara darurat, kelas tersebut dibagi menjadi tiga tingkat pembelajar. Hal tersebut disebabkan keterbatasan jumlah pengajar, ruang, alat tulis, buku rujukan, mushaf Qur'an, dan ruang kelas. Entah dari mana mereka mengumpulkan sarana belajar yang seadanya itu. Namun alhamdulillah, semua itu tak menyurutkan para siswa dan guru untuk belajar-mengajar.

Rupanya perbedaan usia tak membuat para siswanya saling minder atau malu mengikuti pelajaran. Semua nampak antusias. Bahkan, mungkin bully-membully tak sempat dipikirkan siswa-siswa itu. Semburat mata dan senyum mereka mengisyaratkan bahwa kesempatan belajar adalah barang langka. Tak mau lah mereka melewatkan peluang emas beroleh ilmu itu. Baarakallah.

Maka, tanpa dibuat-buat agar nampak seperti dakwah "rahmah lingkungan", tanpa prosesi selfie, tanpa ada formalitas upacara pembukaan dan peresmian pesantren, tanpa publikasi media sebelum ini, Allah telah sibghah-kan setetes kasih sayang-Nya di dalam gerak para Mujahidin Harakah Syam Al-Islam dalam memfasilitasi kewajiban tholabul 'ilmi rakyat Suriah. Maka potret keindahan Islam yang bagaimana lagi yang hendak ditepis media mainstream? Sementara Islam itu sudah indah dari semenjak penciptaannya oleh Allah subhanahu wata'ala.

Inilah salah satu contoh bahwa keberadan Mujahidin tak selalunya dipotret memanggul senjata. Di tengah mencekamnya perang yang berkecamuk, mereka hadir sebagai oase ilmu yang menyejukkan penatnya akal rakyat Suriah, dengan menyodorkan kurikulum yang sesuai Sunnah dan Manhaj Salaf. Dengan demikian, Muslimin Indonesia, mari berkaca kepada mereka, mari jadikan pendidikan di Indonesia sebagai oase penyejuk akal masyarakatnya. Pun agar pendidikan negeri kita berkah, barangkali tak salah rupanya jika kepada mereka kita bersedekah. Bismillah. (adibahasan/arrahmah.com)

Keji, Ahok ancam bunuh dan bakar hidup-hidup pendemo

Posted: 15 Oct 2014 04:18 AM PDT

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dari Spektanews.com Rabu (15/10/2014) diberitakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan bahwa dirinya sangat berharap agar pihak kepolisian dapat menembaki para pendemo yang anarkis. Hal itu ia katakan saat hadir dalam acara 'Revitalisasi Kring Serse' Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/10).

Cina kafir ini pernah ditanya seorang aktivis HAM terkait penanganan HAM di Jakarta. Ahok mengaku menjawabnya dengan berusaha memakmurkan warga Jakarta agar hidup berbahagia, tapi jika "Saya jawab sederhana. Saya ingin 10 juta orang di DKI ini, kepalanya, perutnya, dompetnya penuh. Dia sekolah, terdidik, rohaninya baik, seni baik, perutnya penuh dan sehat, dompetnya pun punya daya beli yang baik. Tapi kalau ada 1.000-2.000 orang yang akan mengancam nyawa 10 juta ini, dan ketika saya peringatkan dia tidak takut, saya akan perintahkan bunuh di tempat !! Sekalipun ada TV menyorot !," ucap Ahok di Ancol, Selasa (14/10).

Ahok mengilustrasi pendemo yang menyatakan aspirasinya tapi berbuat anarkis sebagai kelompok yang akan mengancam nyawa 10 juta warga DKI.

Untuk menyikat habis para pendemo anarkis Ahok meminta agar pihak Polri dapat memperbaharui persenjataannya yang menurutnya banyak polisi yang hanya dibekali pistol tua jenis revolver. Menurut Ahok, jika pistol itu diperbaharui, polisi mudah menembak mati beberapa pendemo anarkis sekaligus.

"Kenapa polisi nggak ganti revolver dengan glock. Ngisinya capek itu. Udah agak jadul. Waktu saya kecil Polsek doang pake revolver. Itu pun sering macet. Bapak saya orang pengadilan, jaksa minjem senjata ke bapak saya " ucap Ahok.

Selain menuntut pembunuhan cara menembak mati, Ahok juga menginginkan membakar hidup-hidup seluruh pendemo yang berbuat anarkis tersebut.

"Saya bilang tidak, saya tidak mau mahasiswa hanya nanti pasang lilin, duka cita seorang gubernur terguling di Balai Kota diserbu demonstran yang anarkis. Yang akan saya lakukan, saya bakar hidup-hidup mereka," ancam Ahok.

Jika akibat menembak mati dan membakar hidup-hidup para demonstran dirinya akan disebut melanggar HAM, Ahok menyatakan itu urusan belakangan, karena ia yakin dapat menyelesaikan 'segala sesuatunya' di pengadilan.

"Kalau melanggar HAM, masih ada proses pengadilan," ucapnya enteng.(azm/arrahmah.com)

Ribuan Muslim mendatangi Al-Aqsha, polisi "Israel" tak izinkan pemukim Yahudi masuk

Posted: 15 Oct 2014 03:08 AM PDT

MESCID-I AKSA'DA GERGIN CUMA


YERUSALEM (Arrahmah.com) - Polisi "Israel" menutup komplek Masjid Al-Aqsha bagi para pemukim Yahudi karena ribuan jamaah Muslim Palestina berbondong-bondong memasuki situs suci tersebut, menurut laporan pejabat Palestina.

"Polisi Israel menutup Gerbang Al-Magharbeh, yang mana biasanya para pemukim Yahudi memaksa masuk ke lingkungan ini, karena keberadaan jamaah Palestina yang banyak di tempat ini," kata Syaikh Azzam Al-Khatib, kepala organisasi Wakaf Muslim dan Urusan Al-Aqsha, kepada Anadolu Agency, seperti dilansir World Bulletin pada Rabu (15/10/2014)

"Ribuan jamaah Palestina sekarang memasuki komplek ini gerak jalan melalui beberapa gerbang di lingkungan ini, sembari meneriakkan 'Allahu Akbar,'" tambahnya.

Keamanan "Israel" baru-baru ini kembali memberlakukan aturan ketat bagi warga Muslim Palestina yang hendak memasuki Masjid Al-Aqsha, yang mana hanya warga berusia lanjut yang boleh masuk ke masjid tersebut.

Sementara itu polisi "Israel" mengizinkan para pemukim Yahudi memasuki tempat suci umat Islam itu untuk melakukan ritual agama mereka dan menjaga mereka dengan ketat. Kelompok Yahudi ekstremis bahkan menyeru kepada orang-orang Yahudi untuk menyerbu Al-Aqsha pada saat perayaan salah satu hari besar agama mereka, Sukkot. Hal ini mengundang kemarahan warga Muslim Palestina.

The invitation prompted Palestinian groups, too, to call on Muslims to flock to the site.

Kelompok-kelompok Muslim Palestina kemudian menyeru segenap warga Muslim untuk mendatangi Al-Aqsha setelah polisi "Israel" mengabaikan permintaan warga Palestina untuk mencegah aksi penyerbuan pemukim Yahudi.

"We asked the Israeli police yesterday to prevent the intrusions of the settlers but they declined," al-Khatib said. "Tensions are still high."

"Kemarin Kami meminta polisi Israel untuk mencegah intrusi oleh para pemukim [Yahudi] tetapi mereka menolaknya," kata Al-Khatib.

(siraaj/arrahmah.com)

Enam tentara penjajah AS tewas dalam serangan Mujahidin IIA di Ghazni

Posted: 15 Oct 2014 02:37 AM PDT

nato tanks

GHAZNI (Arrahmah.com) - Pada Rabu (15/10/2014) pagi, sebuah ranjau darat menghantam tank penjajah AS di sebuah distrik di provinsi Ghazni, menurut laporan Al-Emarah News.

Laporan mengatakan serangan tersebut terjadi di distrik Shalgar yang mana menewaskan sedikitnya 6 tentara penjajah AS.

Dalam laporan terpisah, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) menyerang kamp militer musuh di ibukota provinsi Logar dengan tembakan misil. Namun, belum ada rincian laporan kerugian di pihak musuh. (siraaj/arrahmah.com)

Mujahidin AQAP melancarkan 4 serangan terpisah terhadap pemberontak Syiah Houtsi dan militer boneka Yaman di Hadramaut

Posted: 14 Oct 2014 10:00 PM PDT

aqap grup

YAMAN (Arrahmah.com) - Dalam beberapa hari terakhir, Mujahidin Al-Qaeda di Jazirah Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) telah melancarkan dan menyatakan bertanggung jawab atas empat serangan terpisah di bagian timur provinsi Hadramaut Yaman.

Operasi-operasi ini berlangsung antara Kamis (9/10/2014) dan Senin (13/10), termasuk pemboman istisyadiyah dan serangan yang menewaskan seorang pejabat militer berpangkat tinggi serta sekitar 40 tentara boneka Yaman lainnya, lansir LWJ.

Perlawanan Mujahidin AQAP di Yaman terhadap pemberontak Syiah Houtsi terus meningkat di negara itu. AQAP telah menyatakan perang terbuka melawan pemberontak Syiah Houtsi dan telah meningkatkan serangannya terhadap pemberontak Syiah Houtsi dan militer boneka Yaman.

AQAP menyatakan bertanggung jawab atas serangan syahid 9 Oktober di Hadramaut

Pada Sabtu (11/10), sebuah akun Twitter yang berafiliasi dengan AQAP mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa AQAP bertanggung jawab atas serangan 9 Oktober terhadap sebuah pos pemeriksaan militer di provinsi Hadramaut timur yang berlangsung bersamaan dengan bom syahid di Sana'a . Serangan di Hadramaut terjadi di sebuah pos pemeriksaan militer di pinggiran Mukallah, ibukota provinsi.

Pada saat itu, seorang sumber militer di daerah itu menyatakan bahwa pelaku bom serangan syahid AQAP meledakkan sebuah bom mobil di pos pemeriksaan dekat kota Buroom di pintu masuk barat ke Mukallah dan segera menewaskan 10 tentara boneka.

Sumber-sumber medis melaporkan bahwa setelah serangan itu, empat tentara Yaman tambahan ditemukan tewas di lokasi ledakan dan enam lainnya meninggal akibat luka-luka mereka, sehingga menambah jumlah tewas 20 tentara.

Pejuang AQAP juga dilaporkan membakar beberapa kendaraan dan sebuah bangunan kecil di pos pemeriksaan itu. Sumber lain melaporkan bahwa para pejuang AQAP berhasil merebut dua kendaraan militer dan tank selama serangan tersebut.

Pernyataan AQAP yang dirilis pada Sabtu (11/10) menyatakan bahwa serangan mereka telah merenggut nyawa 37 tentara boneka Yaman. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa serangan itu dimulai dengan bom syahid yang dilakukan oleh Muwwahed Al-Qayfi –semoga Allah menerimanya sebagai syuhada-, yang meledakkan kendaraan bermuatan bahan peledak rakitan atau vehicle borne improvised explosive device (VBIED) di sebuah pos pemeriksaan militer di wilayah Ghabr pantai Hadramaut.

AQAP menyatakan bahwa ledakan awal ini menewaskan 20 tentara boneka Yaman dan melukai 17 lainnya serta mencatat bahwa sekelompok tentara boneka melarikan diri dengan naik perahu di Laut Arab.

Serangan AQAP lainnya di Hadramaut pada 11 Oktober

AQAP juga menyatakan bertanggung jawab atas dua serangan tambahan di provinsi Hadramaut yang berlangsung pada 11 Oktober, menewaskan tiga tentara boneka Yaman, termasuk seorang kolonel di Organisasi Keamanan Politik atau Politicial Security Organization (PSO) Yaman.

Menurut media-media Arab, serangan pertama pada Sabtu (11/10) menargetkan konvoi militer milik Brigade 135 yang melakukan perjalanan melalui kota bersejarah Shibam Hadramaut.

Sebuah pernyataan AQAP yang dirilis pada hari yang sama menyatakan bahwa pejuang AQAP menyerang sebuah konvoi pasukan khusus di Shibam dengan perangkat peledak rakitan atau improvised explosive device (IED) pada pukul 11:30 waktu setempat.

Sebuah pernyataan AQAP terpisah yang dirilis pada Senin (13/10) menyatakan bahwa operasi ini menewaskan 6 tentara boneka Yaman.

Laporan awal mengenai serangan kedua, yang berlangsung di kota Al-Shihr di provinsi Hadramaut pada 11 Oktober malam, menyatakan bahwa itu dilakukan oleh pejuang yang diyakini merupakan bagian dari Al-Qaeda. Mujahidin bersenjata mengendarai sepeda motor menembak dan menewaskan seorang pensiunan kolonel di PSO Yaman bernama Abdo Khamees Abd Al-Mawla dekat rumahnya di kota itu.

Sebuah pernyataan AQAP yang dirilis tak lama setelah serangan menyatakan bahwa mujahidin menembak Al-Mawla di lingkungan Al-Majoura di pusat kota Al-Shihr, mengakibatkan kematian langsung sebelum dia bisa dibawa ke rumah sakit. Pernyataan itu juga membantah laporan media yang mengklaim bahwa Al-Mawla adalah pensiunan kolonel dan menekankan bahwa dia masih dipekerjakan oleh PSO "sampai tanggal kematiannya."

Kedua pernyataan AQAP mengenai dua serangan 11 Oktober Hadramaut menyatakan bahwa "selama empat bulan, Hadramaut telah menyaksikan peningkatan aktivitas operasional Anshar Al-Syariah terhadap unit Syiah Houtsi dan militer boneka Yaman yang menimbulkan kerugian besar di pihak musuh.

Pernyataan terkait tewasnya Al-Mawla juga menyatakan bahwa banyak tentara boneka Yaman yang secara aktif menyebarkan rumor mereka meninggalkan militer untuk menghindari serangan AQAP yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

AQAP menyerang militer Yaman di Hadramaut pada 13 Oktober

Pada 13 Oktober, AQAP menyatakan bertanggung jawab atas serangan lain yang menargetkan tentara boneka Yaman di sebuah patroli militer di wilayah Al-Ghurfa provinsi Hadramout.

Pernyataan AQAP yang dirilis pada hari itu menyatakan bahwa mujahidin menanam IED di jalan yang menghubungkan kota-kota Seyoun dan Al-Houta di lembah Hadramaut. Ledakan itu diduga dilakukan pada pukul 8:30 waktu setempat dan menargetkan kendaraan lapis baja militer boneka Yaman yang melintas di sepanjang jalan itu.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian tentang jumlah korban atau terluka, tapi menyatakan bahwa "sejumlah tentara di militer Yaman" tewas dan bahwa sejumlah lainnya luka-luka.

(banan/arrahmah.com)

Pemimpin Brigade Abdullah Azzam menyeru Muslim Lebanon untuk melawan Hizbullata

Posted: 14 Oct 2014 09:15 PM PDT

sz

LEBANON (Arrahmah.com) - Pemimpin Brigade Abdullah Azzam, sebuah kelompok jihad yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, telah menyerukan kaum Sunni di Lebanon untuk melawan Hizbullata, organisasi teroris yang didukung Syiah Iran.

Sirajeddine Zurayqat yang dikabarkan ditunjuk sebagai Amir Brigade Abdullah Azzam yang baru, menyerukan serangan melawan Hizullata dalam serangkaian posting melalui akun Twitter resminya pada Senin (13/10/2014). Tweet-tweet tersebut juga telah dikumpulkan menjadi satu pernyataan dari pemimpin Brigade Abdullah Azzam.

Zurayqat menyeru kepada "para pemuda kami di Tripoli," dan mengatakan mereka harus menyerang anggota dan posisi Hizbullata. Hizbullata adalah dalang di balik tentara dan dinas keamanan Lebanon, tulis Zurayqat, dan Hizbullata telah membuat pemerintah melawan bangsa Sunni.

"Oleh karena itu, serang dalangnya dan tidak disibukkan dengan bonekanya. Jika kepala rusak, tangan menjadi lumpuh," Zurayqat berpendapat dalam tweet diterjemahkan oleh Daily Star. "Kalian harus [menyerang] pusat, pos pemeriksaan, jalur pasokan, pemimpin dan anggota [Hizbullata] di seluruh Lebanon."

Pemimpin Brigade Abdullah Azzam juga berpendapat bahwa Hizbullata telah menjadi penjaga setia "Israel" sejak tahun 1996. Zurayqat mengatakan, Hizbullata telah memberikan legitimasi internasional untuk eksistensi "Israel".

Seruan Zurayqat ini dimaksudkan untuk mendobrak persepsi publik yang mengklaim bahwa Hizbullata sebagai kekuatan tempur anti-Israel yang efektif.

Brigade Abdullah Azzam dan kelompok Al-Qaeda lainnya juga telah menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah serangan di "Israel".

Seruan Zurayqat untuk melawan Hizbullata juga sejalan dengan perlawanan terhadap Iran yang dilancarkan oleh Jabhah Nushrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah. Jabhah Nushrah beroperasi di Lebanon dan telah menyeru kaum Sunni di negara itu untuk bangkit melawan pemerintah Lebanon, Hizbullata dan para pendukung Iran mereka.

Mujahidin Suriah telah berjuang melawan pasukan Lebanon dan Hizbullata. Pada bulan Agustus, Jabhah Nushrah menawan sejumlah tentara Lebanon, mengeksekusi beberapa dari mereka setelah negosiasi untuk membebaskan mereka terhenti. Jabhah Nushrah menyalahkan Hizbullata dan Iran atas kegagalan untuk mencapai kesepakatan yang akan membebaskan para tawanan. Jabhah Nushrah juga telah menggunakan tawanan dalam video mereka untuk meluruskan opini publik di Lebanon terkait pemerintah dan Hizbullata.

Pada bulan September, Zurayqat membahas para tawanan Lebanon dalam sebuah rekaman audio yang dirilis secara online. Dia menyalahkan mereka yang bergabung dengan Tentara Lebanon, mengatakan "jika kalian melawan kaum Sunni, maka tidak ada yang lain di antara kalian dan kami kecuali pedang." Menurut Al Akhbar, Zurayqat menegaskan, "Mujahidin mengambil alih Irak dalam beberapa hari dan pada hari-hari itu mereka bisa berada di pusat kota Beirut juga."

Brigade Abdullah Azzam telah melakukan serangan terhadap kepentingan Iran di Lebanon. Pada November 2013, kelompok ini menyatakan bertanggung jawab atas serangan istisyadiyah kembar di luar Kedutaan Besar Iran di Beirut. Hampir dua lusin orang, termasuk atase kebudayaan Iran, tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka dalam ledakan itu.

(banan/arrahmah.com)