Arrahmah.Com

Arrahmah.Com

Link to Arrahmah.com

Serangan udara Rusia bunuh 26 orang di Idlib, termasuk lima anak

Posted: 12 Jun 2016 05:30 PM PDT

Kebakaran melanda sebuah gedung di Idlib setelah serangan udara terjadi. (Foto: Zaman Alwasl)

IDLIB (Arrahmah.com) - Sedikitnya 20 warga sipil termasuk 5 anak gugur dalam serangan udara yang dilancarkan oleh jet tempur Rusia yang menghantam sebuah pasar lokal di utara kota Idlib, ujar sumber medis kepada Zaman Alwasl pada Ahad (12/6/2016).

Enam orang lainnya meninggal dunia dalam serangan misil oleh Rusia di lingkungan MAsjed Al-Masri di Maaret Al-Numan, sekitar 30 kilometer dari selatan Idlib.

Rusia mengerahkan jet tempur ke Suriah sejak tahun lalu untuk mendukung rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad.

Kota Idlib dan provinsi dengan nama yang sama, merupakan basis kekuatan Mujahidin Suriah termasuk Jabhah Nushrah, sering menjadi sasaran serangan udara oleh pasukan rezim Asad dan Rusia. Terdapat bombardir sengit di provinsi Idlib dalam beberapa minggu terakhir, termasuk serangan udara yang membunuh 23 orang bulan lalu. (haninmazaya/arrahmah.com)

50 orang tewas dalam penembakan klub malam gay di Orlando

Posted: 12 Jun 2016 05:10 PM PDT

Petugas darurat berkumpul di luar nightclub pasca penembakan di klub malam gay di Orlando yang menewaskan 50 orang.  (Foto: CNN)

FLORIDA (Arrahmah.com) - Lima puluh orang diketahui telah tewas dalam penembakan di sebuah klub malam gay di Orlando, Florida, walikota kota Buddy Dyer mengatakan, sebagaimana dilansir BBC, Senin (13/6/2016).

Pria bersenjata tersebut, yang disebut oleh pejabat sebagai Omar Mateen, tewas setelah menyandera beberapa orang di Pulse Club.

Serangan itu merupakan penembakan massal terburuk dalam sejarah AS akhir-akhir ini.

Sejumlah pejabat mengatakan bahwa pembunuhan di Orlando kemungkinan didorong oleh faktor ideologi, meskipun sejauh ini belum ada informasi apakah terduga pelaku serangan itu adalah terkait dengan kelompok tertentu.

Namun, anggota Kongres AS Alan Grayson mengatakan bahwa hal itu "bukan kebetulan" serangan tersebut terjadi di sebuah klub gay.

Tersangka penyerangan merupakan seorang warga negara AS dari Port St Lucie kota Florida dan merupakan keturunan Afghanistan. Omar Mateen tidak terdapat pada daftar pemantau terorisme.

Ayah Omar Mateen, Mir Seddique, mengatakan kepada NBC News bahwa insiden itu tidak ada hubungannya dengan agama, dan mungkin serangan itu telah dipicu oleh pemandangan pasangan gay yang berciuman di Miami.

Korban tewas yang berjumlah 50 orang seperti yang diungkapkan oleh Walikota Dyer menunjukkan bahwa korban serangan Orlando melebihi korban pembantaian di Virginia Tech tahun 2007 yang menewaskan 32 orang tewas.

Sebanyak 53 orang terluka dalam penembakan itu.

"Hari ini kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan dan tak terbayangkan," kata Walikota Dyer.

"Ada sejumlah besar malapetaka, dan darah di mana-mana", tambahnya.

(ameera/arrahmah.com)

Juru bicara SDF: Kami tidak sedang berkonflik dengan rezim Asad

Posted: 12 Jun 2016 05:00 PM PDT

Milisi SDF. (Foto: ElDorar AlShamia)

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Juru bicara kelompok bersenjata di Suriah yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Kolonel Talal Slo, menyambut dugaan "dibebaskannya" kota Raqqa di tangan pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad, meskipun meragukan kemampuannya untuk melakukannya pada saat ini.

Ia menekankan bahwa tidak ada permusuhan di antara kelompoknya dan rezim Asad, lansir ElDorar AlShamia pada Ahad (12/6/2016).

Talal Slo mengatakan: "Kami tidak dalam perlombaan dengan rezim untuk 'membebaskan' kota, saya tidak berpikir rezim memiliki potensi untuk itu pada saat ini, tetapi jika mereka memiliki kemungkinan, kami menyambutnya, selama itu membebaskan orang-orang kami."

"Rezim Asad menuju 'pembebasan kota' dan kami tertarik dalam pemberantasan 'terorisme' dan 'pembebasan' rakyat kami, dan jika rezim memiliki kemampuan untuk membebaskan kota dan rakyat kami, kami menyambutnya," klaimnya.

Milisi SDF dikatakan sedang dalam persiapan untuk menyerang kota Raqqa dan berupaya untuk mengendalikannya, namun sumber-sumber Eropa menegaskan bahwa pertempuran untuk menguasai Raqqa dilebih-lebihkan oleh media dan bahkan itu menjadi hampir ditangguhkan, setelah kerugian besar yang diderita oleh milisi, dan saat ini mereka hanya berusaha untuk mempertahankan daerah gunung yang kecil yang telah mereka kendalikan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Intensitas rudal yang diluncurkan ke kota Darya, menghambat distribusi bantuan kemanusiaan

Posted: 12 Jun 2016 04:24 PM PDT

Serangan udara di Darya (Foto: Al Araby)

DARYA (Arrahmah.com) - Serangan udara dan rudal yang intensif dilakukan oleh pasukan rezim Bashar Asad di kota Darya, barat ibu kota Damaskus, menghambat distribusi bantuan kemanusiaan dari PBB untuk warga sipil di kota tersebut yang memasuki kota sejak kamis lalu, lansir Al Araby (12/6/2016).

Saksi mata mengatakan bahwa pesawat dan helikopter menjatuhkan puluhan bom barel setiap hari. Sejak kamis lalu kurang lebih sekitar seratus enam puluh bom barel yang dijatuhkannya.

Penembakan yang intens ini membuat warga sipil takut dan panik, karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka berkomitmen untuk pergi ke penampungan.

Juru bicara dewan lokal menyatakan ketidakpuasan atas bantuan yang didistribusikan karena bantuan itu hanya cukup untuk sekitar dua ribu orang saja, sedangkan kota tersebut memiliki lebih dari delapan ribu orang, sehingga mengalami kesulitan dalam mendistribusikan bantuan.

(maheera/arrahmah.com)

Siswa Muslim di Inggris berpuasa sambil menghadapi ujian sekolah selama 'Ramadhan terpanjang'

Posted: 12 Jun 2016 08:37 AM PDT

Siswa Muslim di Inggris berpuasa sambil menghadapi ujian sekolah selama 'Ramadhan terpanjang'

LONDON (Arrahmah.com) - Ramadan di Inggris bertepatan dengan ujian musim panas di berbagai sekolah. Ini adalah kali pertama terjadi setelah lebih dari tiga dekade. Hal tersebut merupakan tantangan baru bagi siswa Muslim di Inggris karena mereka berpuasa saat mengikuti ujian sekolah dimana Ramadhan kali ini juga bertepatan dengan jam-jam puasa terpanjang dalam 33 tahun, yaitu mencapai 20 jam pada tahun ini.

Karena bulan suci Ramadan ditetapkan oleh kalender lunar, maka tanggalnya berubah sebanyak 11 hari setiap tahun. Tahun ini, Ramadhan jatuh antara 6 Juni dan Juli 5, tumpang tindih dengan musim ujian sekolah pada Mei dan Juni.

Ramadhan akan terus bertepatan dengan periode puncak musim ujian untuk dua tahun yang akan datang, karena diperkirakan Ramadhan akan mulai pada 27 Mei tahun 2017 dan 16 Mei tahun 2018.

"Ujian sekolah di bulan Ramadhan adalah sesuatu yang pasti akan terjadi, karena bulan Ramadhan yang bergerak mundur setiap tahun. Ini adalah tantangan baru karena banyak yang belum pernah mengalami sebelumnya," Aishah Muhammad, seorang blogger muslim yang berbasis di London dan dokter, mengatakan kepada Al Arabiya.

Ada 329.694 siswa Muslim yang sekolah full time di Inggris, menurut Dewan Muslim Inggris (MCB), dengan penduduk Muslim secara keseluruhan melebihi 3 juta orang untuk pertama kalinya tahun lalu.

Sebelumnya, pihak sekolah yang berada di Inggris, Wales dan Nothern Ireland meminta para orangtua murid untuk mengizinkan putra-putri mereka tidak berpuasa Ramadan. Karena Ramadan kali ini bertepatan dengan masa ujian bagi para siswa. Otoritas pendidikan setempat khawatir, para pelajar muslim yang berpuasa berisiko mendapat nilai rendah.

Para pimpinan sekolah yang bergabung dalam Association of School and College Leaders (ASCL) khawatir, kesehatan para siswa muslim akan terganggu karena berpuasa sepanjang hari dalam waktu lama sehingga memengaruhi nilai ujian mereka.

ASCL juga menyarankan agar para siswa menghindari salat tarawih di malam hari untuk mencegah kelelahan

(ameera/arrahmah.com)

Komunitas Muslim di Kanada bagikan makanan untuk keluarga tidak mampu

Posted: 12 Jun 2016 07:55 AM PDT

Ketua Masyarakat Muslim P.E.I. Dr. Najam Chisti menaruh tas belanjaan yang dengan makanan di Charlottetown. Umat Islam di seluruh P.E.I. tidak hanya berpuasa pada bulan Ramadhan tapi juga berkeliling untuk membantu memberi makan keluarga-keluarga yang kurang mampu.

OTTAWA (Arrahmah.com) - Masyarakat Muslim di Prince Edward Island atau biasa disebut P.E.I., salah satu provinsi kelautan di bagian timur Kanada, tidak hanya menjalankan ibada puasa, tetapi mereka juga berupaya memberikan bantuan makanan bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.

Puasa tidak hanya menjadi lapar tanpa makan dan minum sepanjang hari dan menurunkan berat badan tapi untuk merasakan lapar yang sebenarnya, kata ketua Komunitas Muslim P.E.I., Dr. Najam Chishti, sebagaimana dilansir The Guardian, Sabtu (11/6/2016).

"Puasa adalah tindakan fisik dan spiritual dan memperkuat karakter, '' kata Chisti.

"Ketika berpuasa, umat Islam menjauhkan diri dari makanan, minuman, merokok dan kesenangan seksual lainnya dari fajar hingga senja setiap hari. Bulan ini merupakan faktor pemersatu yang sangat penting di kalangan umat Islam karena menjadikan komunitas dan masyarakat ersama-sama.''

Dia mengatakan bahwa komunitas Muslim di pulau itu berjanji untuk memberi makan 30 atau lebih keluarga yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang agama.

Hal ini juga menjadi ulang tahun yang keempat kampanye keranjang makanan.

Komite remaja Muslim akan mendistribusikan makanan setiap hari selama bulan Ramadhan.

(ameera/arrahmah.com)

KBRI Suriah: Tidak ada korban WNI dalam dua ledakan di Damaskus

Posted: 12 Jun 2016 03:00 AM PDT

Ledakan bom mobil di pinggiran Damaskus terjadi Sabtu (11/6) dan menewaskan 12 orang. (Foto: Reuters)

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, Suriah memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dari warga negara Indonesia dalam dua ledakan di Damaskus, kemarin (11/6).

Pejabat Konsuler merangkap Penerangan Sosbud KBRI Damaskus Suriah, AM Sidqi, mengungkapkan dua ledakan bom terjadi di Distrik Sayyidah Zainanb, Provinsi Damascus Countryside, pada Sabtu. Lokasi ledakan berjarak 15 km dari Gedung KBRI.

Sidqi mengatakan, sebenarnya secara umum, kondisi Damaskus relatif aman kendati masih sulit diprediksi.

Pemerintah RI, ungkap Sidqi sebagaimana dilansir Republika (12/6/2016), terus berupaya untuk memulangkan WNI. Gelombang pemulangan sudah ke-270 kalinya. Diperkirakan masih ada sekitar 1.000 WNI di Suriah. (fath/arrahmah.com)

Turki akan adili pria yang diduga membunuh pilot Jet Su-24 milik Rusia

Posted: 12 Jun 2016 02:00 AM PDT

Alparslan Celik

ANKARA (Arrahmah.com) - Otoritas Turki menggelar persidangan terhadap Alparslan Celik, pria yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan pilot jet Su-24 milik Rusia, Oleg Peshkov.

Murat Ustundag, selaku pengacara Celik, mengatakan persidangan akan dimulai pada 27 Juni mendatang di Izmir, Turki.

Celik didakwa dengan kepemilikan senjata Ilegal, lansir Sputnik (10/6/2016).

"Tanggal dimulainya persidangan telah diketahui, yaitu 27 Juni," kata Ustundag.

Celik adalah pria yang mengklaim telah membunuh pilot jet tempur Su-24 Rusia, Letnan Kolonel Oleg Peshkov. Peshkov ditembak mati saat terjun payung menyelamatkan diri sesaat setelah pesawatnya ditembak jatuh pesawat F-16 Turki.

Insiden penembakan Su-24 Rusia oleh F-16 Turki terjadi pada 24 November lalu. Saat itu, pesawat jet Rusia tersebut dianggap telah melanggar batas wilayah. Insiden ini memicu ketegangan kedua negara hingga saat ini. (fath/arrahmah.com)

Statement by the Amir of Al-Qa'ida to the Leader of the Faithful: "On the Promise We Continue"

Posted: 12 Jun 2016 12:25 AM PDT

file122

(Arrahmah.com) - This is the English translation of the audio statement by Sheikh Ayman Az-Zawahiri, the Amir of Al-Qa'ida, to the Leader of the Faithful, Mawlawi Haybatullah, the Amir of the Islamic Emirate of Afghanistan, may Allah protect both of them.

file12.jpeg

As Sahab Media Institute

Presents

Statement by: Sheikh Ayman az Zawahiri

(May Allah protect him)

"On the Promise We Continue"

In the name of Allah, praise be to Allah and peace and blessings be upon the messenger of Allah and his family and his companions and those who followed him.

To the Leader of the Faithful Mawlawi Haybatullah, may Allah protect him, and support him and guide him with the truth and give him victory of Allah's deen and His book and Allah's righteous worshippers. May peace and mercy and Allah's blessing be upon you. I pray to Allah to support you and your brothers and soldiers and Ansar achieve what pleases Allah which is honour in this life and salvation in the hereafter. I pray to Allah to stay away from all harm and evil in this life and the hereafter. Thereafter:

We and the Muslim ummah and the mujahidin and the muhajirin and those who are on the front lines learned with lots of sadness about the death of our Amir, the Leader of the Faithful Mullah Akhtar Muhammad Mansur, may Allah's mercy be upon him and may Allah join us with him in paradise, without any disgrace and not changing. We are happy he stayed steadfast on the haqq as a mujahid and a fighter at the frontlines and and leader and Amir of the mujahidin until he met his Rabb as a martyr in a crusader strike. This is what we consider him to be. Therefore, obtaining the highest level a mujahid seeks which is martyrdom for the sake of Allah. He obtained this honourable level after a life of jihad against the communist Russians and their allies and then again against the American crusaders and their allies and followers. He spent his life in promoting virtue and preventing vice with his Amir and our Amir Mullah Muhammad Omar, may Allah have mercy on both of them and their righteous friends. They waged jihad to cleanse Afghanistan from the oppression and corruption and aggression against Muslims. He left for Allah after a life of forming and carrying out the cornerstones of the Islamic Emirate in the face of all its evil and enemies who were corrupt and those who sold themselves to the West and the East. He spent his life protecting the mujahidin the people who were oppressed when he stood by his Amir with pride, our Amir Mullah Muhammad Omar, may Allah have mercy on both of them and their righteous friends. He refused to hand over any of the Muslims to the kuffar and they stayed steadfast like mountains in front of the violent crusade which tried to get them to bow down. But they claimed they will only bow down to Allah and even if they sacrificed their lives and family and wealth and their whole life. They displayed and example which is honoured in Islamic history and even more in the history of free men on this Earth. Mullah Akhtar Mansur, may Allah have mercy on him, refused to recognise the government in Kabul which was an agent and highlighted the fact that it was an agent created by the crusaders who occupied the lands of Islam. He led his brothers in the Islamic Emirate and looked after their matters and worked in their interest. Allah chose him as a martyr as we consider him to be, after his long life of jihad and hijrah and promoting what is good and forbidding what is evil and being steadfast in front of ibtal and betrayal. I pray to Allah he is among those who Allah spoke to when He said "Do not lose heart or fall into despair because you must get mastery if you are true in Imaan. If a wound touched you be sure a similar wound touched the other ones. Days like this we give to men in turns so that Allah may know those who believe, and that Allah may take Himself from your ranks martyrs. Allah does not love those who do wrong. Allah's goal is to cleanse those who are true in Imaan and to keep blessing away from those who deny Imaan. Do you think you would enter paradise without Allah testing those who fight hard and stayed steadfast?" {al Imran 139-142} May Allah have mercy on our martyred Amir as we consider him, Mullah Akhtar Muhammad Mansur, who is a mujahid and a muhajir and a person who promotes virtue and prevents evil, who refuses oppression and corruption. Because we accept Allah the almighty's judgement and because we submit to His will then we ask Allah to help us stick to the truth and Allah's deen and the Sunnah of the prophet, may Allah's peace and prayers be upon him, and to maintain on the path of jihad with Allah's success and thanks. We will continue on the path of jihad and try to united the word of the mujahidin to follow the example of our martyred leaders, may Allah have mercy on all of them. Our Amir who was the lion of Islam, Sheikh Usamah bin Ladin, and our brothers Abu Musa'ab al Zarqawi, Abu Hamzah al Muhajir and Mustafa Abu al Yazidi and Abu Laith al Libi and Atiyatullah al Libi and Abu Yahya al Libi and all the other faithful shuyukh of the jihad. Which is what we consider them to be but we don't judge anyone before Allah. So, being the Amir of al Qa'ida, I am here with you with our pledge of allegiance to renew the path of Sheikh Usamah, may Allah have mercy on him, in calling the Muslim ummah to support the Islamic Emirate and pledging allegiance to it.

We pledge allegiance to you on the Book of Allah and on the Sunnah of the Messenger of Allah, peace and blessings of Allah be upon him, and on the Sunnah of the rightly guided Caliphs, may Allah be pleased with them. We pledge to you that we will establish Shariah until it is in all Muslim lands, lands ruled and not yet ruled and leading and not leading, with no higher or conflicting authority or power. We pledge to you that we are innocent of every rule and regime and the laws that are made by man and the pledges and treaty that conflicts with Shariah law. Whether it is a regime in Muslims lands or regimes or organisations outside Muslim lands that conflict with Shariah law like the United Nations and so forth.

We pledge to you we will wage jihad to free every inch of Muslims' lands which have been raped and stolen from, from Kashgar to Andalusia and Caucasus to as Somal and Central Africa. And from Kashmir to al Quds and the Filipines to Kabul and Bukhara and Samarqand. We pledge to you we will wage jihad against rulers who provide alternatives to Shariah law and who implement on the Muslim people the rules of the kuffar and who spread corruption and who make Muslims slaves to murtad regimes and collaborate with them. Also those who lower Shariah law and promote the philosophies of the kuffar and who surrendered the wealth of Muslims to the enemies. We pledge to you we will support the poor believers wherever they are and we will promote what is good and prevent what is evil to the best of our capabilities. We pledge we will protect the Islamic Emirate and its leadership as long as it leads by Allah's Book and the Sunnah of Allah's messenger, may Allah's peace and blessings be upon him. We pledge to you we will establish a caliphate on the manhaj of the prophet which is based on the choice and what is satisfactory to Muslims. A caliphate which spreads justice and promotes consulting one another and obtains security and stops oppression and brings back the rights and raises the flag of jihad.

We pledge all of this to you and we shall hear and obey in bad and good times, and difficult times and easy times, to the best of our capability. We ask Allah to aid us in fulfilling our pledge and to help you with your burdens. Our master the Leader of the Faithful Mawlawi Haybatullah, may Allah protect and guide him. Allah Azz wa Jall honoured you and the two which came before you, the Leader of the Faithful Mullah Muhammad Omar and the Leader of the Faithful Mullah Akhtar Muhammad Mansur, may Allah have mercy on all of them. And the Islamic Emirate and the jihad against the Russian invaders and their communist allies. Allah provided you established the first legitimate emirate after the Ottoman caliphate fell. There has been no legitimate emirate in this world other than that. It waged jihad for the sake of promoting what is good and forbidding what is evil and to establish Shariah law. Mujahidin and the muhajirin knew of its legitimacy and it being sincere and therefore they pledged allegiance to it. The Imam Sheikh Usamah bin Ladin, may Allah have mercy on him, pledged allegiance to it and called for Muslims to do the same thing. He proclaimed his pledge was an overarching pledge and that all those who pledged allegiance to Usamah bin Ladin, may Allah have mercy on him, and al Qa'ida fell under it. Allah Azz wa Jall honoured you with standing in front of the campaign of the crusaders and honoured you with protecting your mujahidin brothers and sacrificing your wealth and power and lives and money for their protection. This is a grace given by Allah to whoever he wills.

Today your Muslims brothers and sons stand in front of a global fight which seeks to destroy Islam and Muslims from Kashgar to Tangier and the mountain peaks of Caucasus to Central Africa. In the middle of these disasters and wars being poured out onto them, they see the Islamic Emirate as a fortress of Islam and safe place for Muslims. Seek the aid of the most capable and majestic Allah, and they will keep you in high regard. In conclusion, I ask Allah the exalted to raise your ability and be obedient to Allah, and establish Allah's law and support Allah's followers and wage jihad against Allah's enemies. We are your soldiers and Ansar and are one of your batallions. Allah almighty said "Whoever keeps his duty to Allah then Allah will grant a way out for him. And Allah will provide that person where he has no expectation. And whoever puts his trust in Allah, Allah will grant him strength."

Your brother Ayman Az-Zawahiri

Amir of Al-Qa'ida

Written on 29 Sha'ban 1437

(27 May 2016)

As Sahab Media Production

1432 Hijriyah

(banan/arrahmah.com)

Kemiskinan memaksa anak-anak Gaza bekerja mencari nafkah

Posted: 11 Jun 2016 11:00 PM PDT

Di Palestina, pekerja anak meningkat dua kali lipat selama lima tahun terakhir [AFP].

GAZA (Arrahmah.com) - Alih-alih pergi ke sekolah, Walid dan Ibrahim menghabiskan berjam-jam waktunya setiap hari mengobrak-abrik rumah yang hancur dalam perang Gaza mencari bongkahan-bongkahan agar bisa mendapatan sedikit uang untuk keluarga mereka.

Mereka adalah murid yang cerdas, tapi Walid Ma'ruf, (11), dan Ibrahim Ghaben, (12), harus berhenti sekolah dan mencari nafkah ketika ayah mereka harus kehilangan pekerjaannya.

Warga Gaza telah hidup di bawah blokade "Israel" yang dikenakan 10 tahun yang lal, dan jalur penyeberangan lainnya juga telah dibatasi oleh Mesir. Mesir menutup perbatasannya dengan Gaza sejak 2013.

Hampir separuh penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. 80 persen masih hidup dengan mengandalkan bantuan kemanusiaan.

Pengangguran telah meningkat secara dramatis, mencapai sekitar 45 persen, salah satu yang tertinggi di dunia.

Menurut perkiraan, pekerja anak telah meningkat dua kali lipat selama lima tahun terakhir, dengan 9.700 anak-anak berusia antara 10 dan 17 tahun bekarang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya.

"Ayah saya menganggur, ia dulunya bekerja mengumpulkan batu dan besi tua ... tapi sekarang saya yang bekerja," kata Ibrahim yang memperoleh sekitar 20 shekel [$ 5] hari - bekerja keras selama enam sampai 12 jam - untuk memberi makan keluarganya yang berjumlah sembilan orang.

Anak laki-laki itu, yang terlihat jauh lebih tua dari usianya, mengatakan bawa ia dan ayahnya dulunya mengangkut benda-benda hasil dari memulung dengan gerobak yang ditarik keledai, tapi sekarang keledai itu telah mati.

Sepanjang hari, sering di bawah terik matahari membakar atau ditengah deru angin, anak laki-laki seperti Walid dan Ibrahim menjelajahi komplek Beit Lahiya - dekat pagar perbatasan "Israel" di Gaza utara - untuk mencari rongsokan kemudian menjualnya ke perusahaan daur ulang.

Wilayah ini menjadi empat favorit untuk memulung, karena banyak ditemukan timah dari bekas amunisi "Israel", tetapi juga sangat berisiko, karena mereka bisa saja menjadi sasaran peluru yang ditembakan dari penjaga perbatasan.

"Sebagian besar anak-anak yang bekerja itu memulung di lingkungan sepanjang pagar perbatasan, dan ini adalah daerah termiskin," kata psikolog Aida Kassab dari Program Kesehatan Mental Masyarakat Gaza, sebagaimana dilansir Al Araby, Sabtu (11/6/2016).

(ameera/arrahmah.com)