Arrahmah.Com

Arrahmah.Com

Link to Arrahmah.com

Mujahidin IIA bebaskan daerah besar di Shireen Tagab, 25 pasukan rezim tewas

Posted: 29 Aug 2015 08:32 AM PDT

iia convoy

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) membersihkan sebuah daerah besar di utara provinsi Faryab dari keberadaan pasukan rezim.

Para pejabat Mujahidin melaporkan dari distrik Shireen Tagab bahwa pada Selasa (25/8/2015) pagi sejumlah besar milisi rezim menyerbu daerah Astana Baba, menurut rilisan Al Emarah News pada Kamis (27/8/2015).

Mujahidin melancarkan serangan balasan bala bantuan tiba, pertempuran berlangsung hingga Kamis sore yang mana wilayah Astana Baba yang memiliki sekitar 40 desa dibebaskan dari pasukan musuh. Sementara itu 25 jasad milisi rezim tak bernyawa ditemukan di area pertempuran setelah puluhan tewas dan terluka, sedangkan 50 lainnya termasuk komandan mereka melarikan diri.

Pejabat Mujahidin menambahkan bahwa 10 sepeda motor, 17 senjata berbagai jenis dan peralatan lainnya milik musuh disita oleh Mujahidin. (siraaj/arrahmah.com)

Mujahidin IIA bebaskan daerah besar di provinsi Ghor, dapatkan dukungan warga lokal

Posted: 29 Aug 2015 08:03 AM PDT

1-ghor2

GHOR (Arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) membebaskan daerah besar di provinsi Ghor dalam operasi skala besarnya sejak beerapa hari yang lalu.

Sebagaimana dilaporkan Al Emarah News pada Jum'at (28/8/2015), Mujahidin melancarkan operasi skal besar beberapa hari yang lalu di wilayah Du Taraf yang terletak di perbatasan antara distrik Shahrak dan Dawlena, pusat provinsi Ghor.

Pasukan rezim telah dipukul mundur dari wilayah tersebut, yang memiliki 8 desa, setelah menderita kerugian yang besar.

Setelah memukul mundur pasukan rezim, para tetua suku dari distrik Shahrak menyiapkan 30 pemuda bersenjata sementara distrik Dawlena menyiapkan 20 pemuda mereka untuk mendukung Mujahidin IIA. Penyerahan pasukan bersenjata tersebut terjadi di sebuah pertemuan besar di mana warga lokal menyatakan dukungan mereka sepenuhnya kepada Mujahidin IIA. (siraaj/arrahmah.com)

Majelis Syura Mujahidin Derna bongkar skandal ISIS dan bala tentara boneka AS

Posted: 29 Aug 2015 07:45 AM PDT

IS2

DERNA (Arrahmah.com) - Kembalinya kota Derna ke tangan Mujahidin dan para penduduknya, serta tersingkirnya pasukan kelompok "Daulah Islamiyah" atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS, dari kota Derna, ternyata tidak membuat tanzhim pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ini jera untuk menciptakan situasi yang penuh kekacauan.

Pasukan Daulah kembali menyebar isu dan berbagai propaganda batil untuk mengacaukan stabilitas keamanan kota Derna supaya mereka dapat memiliki kesempatan untuk bisa kembali memasuki kota.

Menanggapi hal ini, Majelis Syura Mujahidin Derna menegaskan adanya aliansi – dengan sengaja ataupun tidak – antara pemerintahan Haftar dengan pemerintahan As-Sisi di satu pihak dan tanzhim Al-Baghdadi di pihak lain.

Menurut Majelis Syura Mujahidin Derna, mereka bertindak sebagai agen dari bala tentara sekuler boneka Amerika, yakni pasukan Khalifah Haftar yang terbukti telah berkoalisi dengan rezim As-Sisi Mesir.

Sepak terjang dan taktik kotor yang dimainkan oleh tanzhim Daulah untuk merampas kota Derna dari tangan Mujahidin ini dikupas tuntas oleh Majelis Syura Mujahidin Derna. Berikut ini terjemahan pernyataan lengkap Majelis Syura Mujahidin Derna, yang dipublikasikan Muqawamah Media pada Jum'at (28/8/2015).

Majlis Syura Derna dan Sekitarnya

"Derna dan Tiga Poros Kejahatan"

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam atas Rasulullah ï·º, amma ba'du.

Setelah terusir dari kota Derna, tandzim Baghdadi terpaksa melakukan semacam perang kotor, mereka menyebarkan isu yang mengakibatkan datangnya kejahatan regional yang paling kuat yang diperankan oleh rezim Haftar dan rezim As Sisi Mesir.

Selanjutnya, ketika peran tanzhim Baghdadi sebagai agen mereka semakin kuat, tanzhim Baghadi mulai menyebarkan isu lain yang mendorong adanya intervensi pasukan asing dalam melakukan perubahan untuk mengulangi skenario tuduhan keji yang mengakibatkan terbunuhnya beberapa ikhwan kita yang menjadi pimpinan revolusi, yaitu "Tahaluf Syuro Tsuwar Ajdabiyah dan sekitarnya", dengan tuduhan adanya salah satu pimpinan Al-Qaeda di sana.

Di hadapan perang kotor ini, kami tegaskan adanya aliansi – dengan sengaja ataupun tidak – antara pemerintahan Haftar dengan pemerintahan As-Sisi di satu pihak dan tanzhim Al-Baghdadi di pihak lain.

Bentuk-bentuk aliansi poros kejahatan (Haftar-As Sisi) telah tampak dalam bentuk yang sangat jelas dan terang-terangan. Adapun aliansi Haftar dengan Tandzim Daulah mulai terlihat dalam 4 hal:

  1. Gerak laju pasukan mereka secara koordinatif di wilayah Majelis (Majelis Syura Mujahidin Derna) terpusat di sana (Bu Dhohak).
  2. Gerak laju pasukan mereka (Haftar) di wilayah barat kota tepat pada saat pasukan Majelis menyerang Tandzim Daulah, dan mereka mengalami kerugian yang besar. Alhamdulillah.
  3. Pesawat-pesawat (Haftar) menyerang pos-pos penjagaan di salah satu markas militer Majelis Syura yang menampung lebih dari 200 tahanan tandzim Daulah.
  4. Kekuatan pasukan (Haftar) dikonsentrasikan untuk mengepung posisi Mujahidin Majelis Syura setelah mujahidin berhasil mengambil alih wilayah (Al-Hilah) yang sebelumnya diduduki tandzim Daulah. Dan operasi pengepungan mereka itu telah gagal total. Segala puji bagi Allah.

Adapun aliansi As Sisi dengan Daulah – dengan sengaja ataupun tidak – tampak setelah As-Sisi membombardir tempat-tempat yang loyal kepada Majlis Syura Mujahidin Derna dengan alasan bahwa tandzim Daulah telah menculik seorang warga Mesir, padahal tanzhim Daulah menculik orang dari Sirte dan mereka membunuhnya di Tarablus, namun target bomnya (pesawat As-Sisi) justru dijatuhkan ke kota Derna.

Tandzim Daulah – setelah tidak bisa kembali ke kota Derna – menggunakan politik di balik meja untuk melawan semua musuhnya. Mereka menyebarkan isu dan mengingatkan As-Sisi akan adanya unsur-unsur yang mengancam pemerintahannya, dan kami telah mengingatkan As-Sisi dari mengulangi kebodohan sebelumnya ketika membombardir kota akibat menjawab tuduhan tandzim Daulah. Sebagaimana kami tegaskan bahwa majlis Syura berperang melawan tandzim Daulah di Derna melalui para pemuda revolusi di kota itu dan para mujahidinnya yang ksatria, disertai bantuan dari penduduk setempat.

Adapun penanggung jawab umum Majelis Syura Mujahidin Derna serta penanggung jawab militer dan juga anggota syura mereka adalah para penduduk Libya, yang sudah dikenal jihad mereka melawan Qaddafi sejak zaman dahulu, bahkan hingga setelah revolusi di beberapa medan jihad, kemudian dilanjutkan dengan memerangi Haftar dan pendukung Baghdadi, serta seluruh musuh yang menyerang kota.

Sedangkan isu-isu yang disebarkan pada saat ini melalui bantuan media sosial (Twitter) milik tandzim Daulah tujuannya adalah untuk menciptakan situasi yang penuh kekacauan, sehingga mereka bisa kembali memiliki kesempatan untuk bisa masuk lagi ke kota, di mana mereka telah terusir darinya.

Dan Majlis terus menerus – in syaa Allah – dalam perjalanannya menuju penerapan Syariat Islam, mengembalikan stabilitas keamanan, menjaga negeri dari penjajah asing dan kerusakan internal meski adanya serangan-serangan brutal dan memberi citra buruk pada para pendukungnya tentang pemimpin revolusi di wilayah Timur negeri.

Semoga Allah melindungi Derna, semoga Allah melindungi Libya dan semoga Allah melindungi negeri-negeri kaum Muslimin.

(aliakram/arrahmah.com)

Muslim Nairobi tuntut penegakkan hukum atas kasus pembunuhan Muslim dan Muslimah di Kenya

Posted: 29 Aug 2015 07:00 AM PDT

jamiamosque

NAIROBI (Arrahmah.com) - Ratusan Muslim berkumpul setelah shalat Jum'at di luar masjid terbesar di Nairobi untuk memprotes tak jelasnya penegakkan hukum atas kasus pembunuhan terhadap Muslim dan Muslimah di Kenya, lansir WB pada Sabtu (29/8/2015).

"Mereka yang menyebut Muslim di Kenya 'teroris' adalah orang-orang yang membunuh saudara-saudara kami," Al-Amin Kimathi, ketua Muslim untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan kepada pengunjuk rasa di luar Masjid Jamia di Nairobi.

"Bahkan jika seseorang dicurigai sebagai teroris, konstitusi dan hukum negara mengarahkan kita pada bagaimana untuk menyelidiki, membawa mereka ke pengadilan, siapakah kalian berlagak seperti hakim?" kata Kimathi, mengacu pada mereka yang melakukan pembunuhan. "Mereka adalah para investigator, juri, algojo dan petugas kamar mayat saudara Muslim dan Muslimah kami yang tidak bersalah."

Kimathi mengatakan bahwa sejak serangan Universita Garissa awal tahun ini yang merenggut nyawa lebih dari 140 mahasiswa, sedikitnya 100 Muslim telah tak diketahui nasibnya di negara ini.

Dia mengatakan bahwa kuburan massal telah ditemukan di daerah yang didominasi Muslim di Kenya, sedangkan mayat-mayat telah ditemukan di sungai dan hutan.

"Kami meminta Presiden Kenyatta untuk memeriksa pembunuhan di luar proeses hukum. Kita tidak bisa membiarkan ini dan kami akan segera merilis sebuah laporan dengan rincian Muslim yang telah tewas di negara ini karena iman mereka," tambah Kimathi.

(banan/arrahmah.com)

Puluhan ribu warga Malaysia ikut serta dalam protes tuntut Najib Razak mundur

Posted: 29 Aug 2015 06:33 AM PDT

Lebih dari 50.000 orang ikut serta dalam aksi protes di ibukota Malaysia untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Najib Razak.

KUALA LUMPUR (Arrahmah.com) - Lebih dari 50.000 orang ikut serta dalam aksi protes di ibukota Malaysia untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Najib Razak, yang telah memicu kemarahan masyarakat atas pembayaran bernilai jutaan dolar yang di transfer ke rekening bank pribadinya.

Para pengunjuk rasa berkumpul di lima wilayah yang ditunjuk di ibukota Malaysia, pada Sabtu (29/8/2015), dan kemudian pawai bergerak menuju Independence Square , yang telah diblokir untuk perayaan nasional pada Senin (31/8), sebagaimana dilansir oleh Al Jazeera.

Otoritas Kuala Lumpur melarang pawai yang diselenggarakan oleh kelompok pro-demokrasi, karena kemungkinan bisa berkembang menjadi konfrontasi dengan pasukan keamanan.

Kelompok aktivis juga menyerukan untuk menggelar aksi unjuk rasa di kota Kinabalu dan Kuching.

Pada Kamis (27/8), Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) mengatakan dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya bahwa ia akan memblokir situs-situs yang "mempromosikan, menyebarkan informasi dan mendorong orang untuk berpartisipasi" dalam protes yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat sipil Bersih.

Direktur jajak pendapat independen Merdeka Center, Ibrahim Suffian, mengatakan bahwa kekecewaan terhadap Najib, yang menjabat pada tahun 2009, terkonsentrasi di daerah perkotaan, dan survei nasional bulan ini menunjukkan bahwa sedikit yang menentang reli itu.

Pemimpin Malaysia berusia 62 tahun itu menghadapi masalah pada bulan Juli ketika dilaporkan bahwa penyidik menemukan dugaan adanya kesalahanan dalam pengelolaan dana badan usaha milik negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), dan ditelusuri adanya pembayaran lebih dari $ 600 juta ke rekening atas nama Najib Razak.

Lembaga anti-korupsi Malaysia telah memverifikasi adanya dana sumbangan dari Timur Tengah, yang datang sebelum pemilihan 2013. Pada tanggal 3 Agustus, lembaga itu mengatakan akan meminta Najib untuk menjelaskan mengapa sumbangan itu disetorkan ke rekening pribadinya.

Mantan pemimpin Malaysia Mahathir Muhamad, pekan ini mengatakan bahwa ia tidak percaya uang itu adalah sumbangan. Dia juga menyerukan Najib untuk mundur.

Najib telah membantah melakukan kesalahan dan mengatakan bahwa dia tidak mengambil uang untuk kepentingan pribadinya. tetapi di pihak lain dia telah memperketat cengkeramannya pada kekuasaan melalui serangkaian langkah-langkah untuk menyingkirkan para penentangnya.

Najib memecat wakilnya dan para menteri lainnya yang bertanya kepadanya secara terbuka mengenai kasus ini, dan Jaksa Agung yang sedang menyelidiki 1MDB diganti. Pihak berwenang juga membekukan dua surat kabar dan memblokir akses ke situs Web yang telah melaporkan 1MDB.

Najib mempertahankan dukungan yang signifikan dari koalisi Barisan Nasional yang berkuasa lama dan dari dalam partainya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu.

Konsultan Eurasia Group mengatakan pekan ini bahwa gerakan oposisi yang menentang Najib itu tidak akan bisa menggulingkan pemerintah dan tidak bisa menginspirasi dukungan masyarakat luas karena tidak memiliki kepemimpinan yang kuat dari tokoh oposisi yang kredibel.

(ameera/arrahmah.com)

Untuk pertama kalinya Muslimah berkerudung menjadi menteri di Turki

Posted: 29 Aug 2015 06:25 AM PDT

aysengurcan

TURKI (Arrahmah.com) - Untuk pertama kalinya dalam sejarah Turki, seorang Muslimah yang mengenakan kerudung dinobatkan sebagai seorang menteri, lansir WB pada Sabtu (29/8/2015).

Aysen Gurcan, seorang akademisi berusia 52 tahun, pada Jum'at (28/8) diangkat menjadi menteri yang bertanggung jawab untuk urusan kebijakan keluarga dan sosial dalam pemerintahan sementara Perdana Menteri Ahmet Davutoglu.

Pemerintahan sementara tersebut akan menjalankan negara sampai dengan pemilu 1 November mendatang.

Ibu dari tiga anak itu juga merupakan anggota dewan dari Yayasan Pemuda dan Pendidikan (TURGEV). Bilal Erdogan, putra Presiden Recep Tayyip Erdogan, adalah seorang eksekutif di yayasan tersebut.

Turki merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim yang besar. Tetapi, sistem pemerintahan yang dijalankan masih sekuler. Namun demikian, Turki memberi kebebasan bagi rakyatnya dalam menjalankan keyakinannya.

Presiden Erdogan dikenal sebagai kepala negara yang begitu memperhatikan keadaan rakyatnya dan nasib kaum Muslimin. Ibu negara Turki juga merupakan seorang Muslimah yang mengenakan kerudung.

(banan/arrahmah.com)

Bos IMF datangi Indonesia saat ekonomi melemah dan rupiah ambruk

Posted: 29 Aug 2015 05:17 AM PDT

Grafiti anti IMF

JAKARTA (Arrahmah.com) - Saat situasi ekonomi melemah disertai ambruknya nilai tukar rupiah yang telah melampaui 1 dan gejolak di pasar modal, Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde akan mengunjungi Indonesia pada 1-2 September 2015.

Situs resmi IMF menyebut, selama kunjungannya ke Indonesia, Lagarde akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan para pejabat senior, termasuk Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, serta Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Namun, tidak disebutkan agenda apa yang akan dibahas dari pertemuan tersebut.

Rencananya Lagarde juga akan bertemu anggota parlemen, serta perwakilan dari sektor lain dari masyarakat, termasuk pemimpin perempuan dan mahasiswa.

Disebutkan dalam kunjungannya, dia dijadwalkan akan berpartisipasi dalam konferensi regional tingkat tinggi "Masa Depan Keuangan Asia: Pembiayaan untuk Pembangunan tahun 2015", yang diselenggarakan Bank Indonesia dan IMF, membahas modalitas pembiayaan baru untuk melahirkan kawasan ekonomi pasar yang dinamis.

Diklaim kunjungan nanti akan membuka kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan ekonomi terakhir, prospek di Indonesia, serta perannya sebagai kekuatan baru di kawasan dan global. (azm/arrahmah.com)

Di Jayapura, Ponpes Al Muttaqin dibakar pagi tadi

Posted: 29 Aug 2015 04:54 AM PDT

Pesantren Al Muttaqin Jayapura yang dibakar

JAYAPURA (Arrahmah.com) - Kejadian memilukan kembali terjadi di Tanah Papua yang damai. Subuh tadi, Sabtu (29/8) bangunan paling depan dari Pesantren Al Muttaqin, Waena, Jayapura kembali dibakar. Ini kebakaran yang kedua kali sejak Selasa (25/8/2015). Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Rombongan Forum Zakat (FOZ) berkunjung ke lokasi pesantren siangnya. Tampak sudut bangunan plafon terbakar. Polanya seperti dinding yang ditempeli obor, menghanguskan sebagian dinding dan plafon sudah berlobang hitam. Genangan air tampak di bawahnya, bekas upaya pemadaman oleh para santri.

"Ini jelas dibakar. Lihat itu pelaku masuk dari pagar duri yang rusak," kata Yatiman, pengasuh dan pendiri pesantren Al Muttaqin, seperti pesan yang diterima para wartawan, Sabtu (29/8/2015).

Tampak pagar semak berlapis kawat besi berduri, terkoyak melengkung, bekas diinjak atau disibak menggunakan alat berat. Kejadian tersebut adalah kejadian yang kedua. Yang pertama terjadi pada Senin, (24/8/2015) saat santri salat Subuh, hanguskan seluruh tempat tidur dan ruang kelas. Santri sebanyak 45 orang tak punya tempat menginap dan belajar. Buku, kitab, alat tulis dan perangkat belajar mereka hangus. Bahkan al Quran yang biasa mereka pakai menghafal dan tadarus, hancur tinggal serpihan.

salah satu sudut pesantren yang dibakar

salah satu sudut pesantren yang dibakar

Pemerintah datang bersama polisi. Namun tak ada olah TKP yang valid. Pihak pesantren ragu penyebab kebakaran karena konslet atau arus pendek.

Kini bangunan hangus itu sudah dirubuhkan dengan alat berat. Pemerintah Kota Jayapura, berkomitmen akan membangunnya.

"Komitmen Pemkot Jayapura itu harus dikawal benar. Negara harus ada dan hadir dalam seluruh konflik sosial di Papua ini," ujar Sekjen Forum Zakat Nasional, Sabeth Abilawa.

Menurut Sabeth, termasuk di Tolikara, negara harus hadir dan mengayomi seluruh warganya. Pengungsi yang berada di kantor bupati, tidur, makan, dan beraktivitas di sana, tak kunjung pasti. Rumah kios mereka belum wujud sempurna, lambat prosesnya. Bahkan bantuan makanan tak juga datang.

"Negara seperti tak hadir di Tolikara. Maka, di Distrik Heram Jayapura ini, negara harus hadir. Walikota Jayapura dan aparat seluruhnya harus lindungi warganya," tegas Sabeth yg juga Direktur Pemberdayaan Dompet Dhuafa.

Forum Zakat datang memberi santunan kepada pesantren Al Muttaqin untuk perbaikan awal. "Santunan ini semoga memicu pihak lain, terutama Pemerintah Kota Jayapura, agar mereka sigap, baik membangun maupun melindungi warganya,"ungkapnya. (azmuttaqin/*/arrahmah.com)

Kampanye media sosial untuk pria pengungsi Suriah penjual pulpen mencapai 1,1 miliar dalam waktu 24 jam

Posted: 29 Aug 2015 04:43 AM PDT

Abdul Hali Attar, seorang pengungsi Palestina dari kamp pengungsi Yarmuk Suriah dan putrinya bernama Reem, mencoba mengais rezeki dengan menjual pulpen di Beirut, Libanon, mendadak menjadi buah bibir secara luas di media massa.

BEIRUT (Arrahmah.com) - Siapa sangka, Abdul Hali Attar, seorang pengungsi Palestina dari kamp pengungsi Yarmuk Suriah dan putrinya bernama Reem, yang bekerja sebagai penjual pulpen di Beirut, Libanon, mendadak menjadi terkenal secara luas di media massa.

Kejadian ini bermula saat Simonarson, seorang aktivis asal Oslo, Norwegia, pada minggu lalu memposting foto seorang ayah yang sedang menggendong anaknya sedang menjual pulpen di jalanan Beirut.

Siapapun yang melihat foto itu akan terketuk hatinya. Seorang ayah dengan wajah letih menjajakan beberapa batang pulpen di tangannya, sementara seorang anak perempuan berusia 4 tahun tergolek pulas di bahunya.

Potingan foto ini kemudian mengguncang sebanyak 6.000 pengikut Simonarson di Twitter dan kemudian di share secara luas.

"Ini adalah foto yang sangat emosional," kata Simonarson kepada CNN, Sabtu (29/8/2015).

"Anda lihat raut wajahnya dan caranya memegang pulpen, seolah pulpen itu adalah segalanya baginya," tulis Simonarson.

buypen3
Hanya dalam waktu singkat, pengguna medsos dari seluruh dunia tergerak untuk membantu pria dalam foto itu. Akan tetapi Simonarson tidak mengetahui siapa pria itu dan siapa yang telah mengambil fotonya.

Para aktivis kemudian mulai menyebarkan foto itu, dan meminta bantuan agar pria itu ditemukan, dengan tagar #BuyPens.

Setelah melakukan pencarian selama dua hari, akhirnya pria itu berhasil ditemukan.

"Akhirnya menemukannya. Setelah semua upaya, namun semuanya sepadan. Sekarang mari menolong mereka!" tulis Simonarson di Twitternya.

Pria penjual pulpen itu ternyata bernama Abdul Hali Attar. Dia seorang ayah yang merawat dua anaknya sendirian. Ia begitu terkejut saat mengetahui bahwa ia sedang dicari secara luas.

Anak perempuan yang berada dalam gendongannya itu bernama Reem, berusia 4 tahun. Mengetahui bahwa mereka sedang dicari secara luas, dan fotonya tersebar luas di media sosial, mereka tak dapat menahan haru dan sangat bahagia. Reem bahkan meminta foto selfie bersama dengan Carol Malouf, salah satu aktivis yang membantu keluarga itu.

"Reem menghampiriku, memelukku dan meminta foto selfie," tulis Malouf di Twitter.

Simonarson kemudian menggalang dana melalui medsos. Dan secara mengejutkan, kampanye #BuyPens berhasil berhasil mengumpulkan donasi sebesar US$5.000 (Rp 69 juta) hanya dalam 30 menit.

Bahkan, dalam 24 jam, #BuyPens berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$80 ribu (Rp1,1 miliar).

"Ketika ia (Abdul) mendengar jumlah itu, ia ambruk dan mulai menangis," kata Simonarson.

"Ia sangat berterima kasih dan ia terus mengucapkan terima kasih untuk semua kebaikan kalian."

Abdul mengatakan bahwa ia akhirnya bisa menyekolahkan dua anaknya dari uang sumbangan itu. Abdul, (35), dulu pernah bekerja di pabrik cokelat sebelum kemudian Suriah dilanda perang. Ia juga mengatakan bahwa ia ingin membantu pengungsi lain dari uang sumbangan yang ia terima.

(ameera/arrahmah.com)

Mujahidin AQAP jatuhkan hukuman cambuk kepada 10 warga Yaman karena menghina Allah dan mengonsumsi alkohol

Posted: 29 Aug 2015 12:18 AM PDT

Mujahidin AQAP. (Foto: AFP)

HADRAMAUT (Arrahmah.com) - Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) di Yaman tenggara telah melakukan hukuman cambuk terhadap 10 orang, menurut pernyataan seorang pejabat Yaman pada Jum'at (28/8/2015).

Hukuman tersebut dilaksanakan di Al-Shihr, kota pesisir di provinsi Hadramaut. Mereka dihukum karena telah menghina Allah dan mengonsumsi alkohol serta obat-obatan terlarang, lanjut pernyataan pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita AFP.

Puluhan orang menyaksikan hukuman cambuk yang diadakan di tempat terbuka dan menjadi bukti bahwa Mujahidin AQAP masih memegang kontrol atas beberapa wilayah di Yaman. Saksi mata mengatakan setiap orang menerima antara 80 hingga 100 cambukan.

Belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Mujahidin AQAP terkait laporan ini.

Mujahidin AQAP mengontrol beberapa wilayah di provinsi Yaman, termasuk ibukota provinsi Mukalla yang mereka rebut sejak April lalu.

Negara teroris Amerika Serikat menganggap AQAP sebagai cabang Al-Qaeda paling berbahaya dan secara teratur mereka melancarkan serangan pesawat tak berawak di wilayah Yaman dengan klaim menargetkan Mujahidin AQAP yang pada faktanya banyak memakan korban dari kalangan sipil. (haninmazaya/arrahmah.com)