Arrahmah.Com

Arrahmah.Com

Link to Arrahmah.com

Kisah pilu pria penjual pena di Beirut, berhasil mendorong netizen untuk menggalang dana

Posted: 28 Aug 2015 05:03 PM PDT

Abdul Hali Attar, seorang pengungsi Suriah di Beirut, Libanon yang berjualan pena sambil menggendong putrinya

Ini adalah potret sedih, seorang pria di sebuah jalan di Beirut, nampak tertekan, sambil menggendong putrinya di bahunya, ia menggenggam beberapa pena murah yang ditawarkan kepada pejalan kaki yang melintas.

Pria tersebut adalah Abdul Hali Attar, seorang pengungsi Palestina dari kamp pengungsi Yarmouk di Suriah dan putrinya bernama Reem.

Gissur Simonarson, seorang yang membantu menjalankan situs berita Conflict News, berusaha mencari tahu keberadaannya dengan bantuan wartawan lokal dan aktivis di Libanon. Mereka berhasil melacak keberadaan Attar dan menemuinya.

Kampanye penggalangan dana untuk Attar yang mencapai angka 60.752 USD dalam waktu 22 jam

Kampanye penggalangan dana untuk Attar yang mencapai angka 60.752 USD dalam waktu 22 jam

Pada Kamis lalu, Simonarson melalui akun Twitter-nya memulai kampanye Indiegogo crowdfunding yang bertujuan untuk mengumpulkan donasi sebesar 5.000 USD selama 15 hari untuk Abdul dan putrinya.

Tak disangka, hanya dalam waktu 30 menit sejak kampanye dimulai, jumlah donasi sebesar 5.000 USD telah terkumpul dan dalam waktu 22 jam jumlah total donasi mencapai 60.752 USD.

"Saya terkejut bahwa hal itu mendapatkan perhatian yang luar biasa besar," ujarnya.

"Ini semua terjadi begitu cepat. Uang yang terkumpul sangat besar dan itu bisa pergi ke level lainnya," lanjutnya.

Ketika Attar diberitahu apa yang terjadi, dia mulai menangis.

PBB memperkirakan bahwa Libanon kan menjadi rumah bagi hampir 1,9 juta pengungsi Suriah pada akhir tahun dan mereka semua membutuhkan dukungan.

Simonarson tidak memiliki pengalaman dalam penggalangan dana atau menyalurkan uang untuk pengungsi, Indiegogo memungkinkan setiap orang untuk menjadi penggalang dana dan sejumlah besar uang bisa terkumpul secara tidak terduga.

Jika uang yang dikumpulkan untuk Attar melewati titik itu, Simonarson mengatakan mungkin akan mempertimbangkan pengalihan sebagian dana ke badan amal setempat.

Stephen Hale, kepala eksekutif di badan amal Refugee Action mengatakan kepada BBC bahwa "kisah Attar harus menginspirasi para pemimpin kita agar sebanding dengan kemurahan hati masyarakat."

"Kami sangat membutuhkan jalur yang lebih aman dan legal, termasuk peningkatan program pemukiman untuk orang-orang yang melarikan diri dari konflik di negara-negara seperti Suriah. Kisah Abdul dan keluarganya mengingatkan kita semua mengenai apa yang dihadapi manusia di balik berita tragis," katanya.

UNHCR mengatakan mereka membutuhkan sekitar 5,5 juta USD untuk membantu pengungsi Suriah dan negara-negara tuan rumah, namun hanya menerima kurang dari seperempat dari jumlah tersebut.

Bagi sebagian orang, uang memiliki potensi untuk mengubah segalanya. Attar mengatakan ia akan menggunakan uang tersebut untuk menyekolahkan dua putrinya dan menolong pengungsi Suriah lainnya. Dan Simonarson ingin menggunakan dana yang terkumpul selain untuk membantu Attar juga untuk pengungsi lain di banyak kamp pengungsi di Libanon.

"Terkadang, Anda membutuhkan percikan untuk menyalakan kasih sayang dan mengambil lebih banyak untuk membantu lebih banyak orang," ujarnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Mujahidin Jabhah Nushrah memulai pertempuran untuk merebut bandara Abu Duhur di Idlib

Posted: 28 Aug 2015 04:21 PM PDT

Mujahid Jabhah Nushrah berjalan di kota Safsafa sambil menenteng senjata setelah bertempur melawan pasukan rezim Nushairiyah di pedesaan Hama pada 6 Agustus 2015. (Foto: Reuters)

IDLIB (Arrahmah.com) - Mujahidin Jabhah Nushrah dan faksi lainnya pada Jum'at (28/8/2015) memulai pertempuran untuk merebut bandara militer yang saat ini masih dikuasai oleh pasukan rezim Nushairiyah yang juga merupakan fasilitas militer yang tersisa di provinsi Idlib, ujar kelompok pemantau.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan bahwa Mujahidin Jabhah Nushrah dan faksi-faksi Islam lainnya berhasil merebut pintu masuk bandara Abu Duhur setelah melancarkan beberapa serangan bom dan merebut beberapa posisi di pinggiran bandara, seperti dilansir kantor berita AFP.

Televisi rezim mengklaim bahwa pasukan rezim telah "membunuh sejumlah besar 'teroris' dan menghancurkan senjata dan peralatan mereka" dalam pertempuran itu.

SOHR menambahkan, serangan udara pengecut diluncurkan oleh rezim dalam merespon serangan Mujahidin.

Sedikitnya 16 tentara rezim Nushairiyah tewas dalam pertempuran.

Aliansi Mujahidin Jaisyul Fath dimana Jabhah Nushrah termasuk di dalamnya, berhasil merebut ibukota provinsi Idblib pada Maret lalu dan sejak saat itu mereka terus mendorong pasukan rezim Nushairiyah dari hampir seluruh wilayah di provinsi Idlib, Allahu Akbar! (haninmazaya/arrahmah.com)

Diskriminasi di Skotlandia, Muslim menjadi target

Posted: 28 Aug 2015 07:05 AM PDT

Penelitian menunjukkan bahwa wisatawan Muslim menjadi korban dari pemeriksaan keamanan yang tidak proporsional di bandara Skotlandia.

EDINBURGH (Arrahmah.com) - Muslim diyakini secara spesifik dan tidak proporsional menjadi target selama pemeriksaan keamanan bandara di Skotlandia, menurut penelitian di Durham University.

Penelitian yang dilakukan di Edinburgh itu berfokus pada imigran Muslim dan Muslim kelahiran Skotlandia yang merasa Skotlandia adalah tempat yang "toleran, ramah dan inklusif", tapi memprihatinkan karena Muslim diperlakukan sebagai "tersangka" di bandara, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Jum'at (28/8/2015).

Penelitian yang berjudul "Muslim di Skotlandia: Antara Diskriminasi dan Integrasi", juga memasukkan survei penelitian lain yang berfokus pada Glasgow dan sisanya dari Skotlandia.

Penetlian ini menunjukkan bahwa penargetan yang tidak proporsional terhadap wisatawan Muslim merusak integrasi imigran Muslim ke dalam masyarakat Skotlandia.

"Berhubungan dengan polisi dan petugas keamanan di bandara merupakan area utama keprihatinan terhadap Muslim Skotlandia," kata Dr Stefano Bonino dari Durham University dalam laporannya.

"Sebagian besar Muslim Edinburgh mengalami sendiri, atau ada kerabat dan / atau teman-teman yang menjadi sasaran target yang tidak proporsional atau mendapat perlakuan kasar ketika berangkat atau tiba di bandara Skotlandia. Sebagian besar responden berpendapat bahwa ini adalah hasil dari profil etnis dan agama sehingga polisi dan petugas keamanan diduga menggunakannya untuk menargetkan orang-orang dilihat dari penampilannya sebagai Muslim," tambahnya.

Dr Bonino berpendapat bahwa kekuasaan yang ditetapkan di bawah UU Terorisme tahun 2000 digunakan untuk membenarkan menargetkan orang dari penampilan Muslimnya.

Pejabat Edinburgh membantah klaim tersebut.

"Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa semua penumpang memiliki pengalaman yang baik ketika bepergian melalui Edinburgh. Pendidikan keragaman adalah bagian inti dari pelatihan petugas keamanan untuk memastikan semua diperlakukan dengan hormat. Imam dan pemimpin komunitas Muslim lokal telah mengunjungi bandara ini untuk melihat proses keamanan kami dan membahas segala keprihatinan ini sebagai bagian dari dialog yang sedang berlangsung dalam meningkatkan layanan kami untuk semua," kata juru bicara Edinburgh.

Skotlandia adalah rumah bagi sekitar 100.000 Muslim, yang membentuk 1,7% dari total penduduk.

(ameera/arrahmah.com)

Jet-jet tempur "Israel" menyerang pusat pembuatan senjata Hamas di Gaza

Posted: 28 Aug 2015 06:15 AM PDT

gazas

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan "Israel" melancarkan serangan udara di Jalur Gaza selama berjam-jam pada Kamis (27/8/2015) pagi menyusul serangan roket dari wilayah pesisir, kata pernyataan resmi "Israel", sebagaimana dilansir Ma'an.

Serangan udara itu menargetkan pusat pembuatan senjata Hamas yang terletak di Jalur Gaza tengah. Tidak ada korban cedera yang dilaporkan dalam serangan ini.

Pemerintah "Israel" mengatakan serangan udara itu sebagai tanggapan dari serangan roket yang diduga ditembakkan dari Jalur Gaza, yang mendarat di Dewan Regional Eshkol "Israel", tetapi tidak menyebabkan korban atau kerusakan.

"Serangan-serangan roket yang berasal dari Jalur Gaza membuat warga sipil 'Israel' berada dalam bahaya dan membahayakan seluruh masyarakat," klaim juru bicara militer "Israel" Peter Lerner dalam pernyataan itu.

"IDF tidak mentolerir setiap upaya untuk merusak keamanan "Israel" Selatan. Organisasi terror Hamas bertanggung jawab atas serangan hari ini terhadap 'Israel'," Lerner kembali mengklaim.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas dugaan serangan roket itu, namun pemerintah "Israel" meyakini Hamas sebagai pelakunya, karena Hamas merupakan partai berkuasa yang terpilih yang bertanggung jawab untuk setiap kegiatan di wilayah tersebut.

Beberapa roket sporadis terhadap "Israel" dari Gaza dalam beberapa bulan terakhir yang telah diklaim oleh kelompok-kelompok ekstremis kecil di Jalur Gaza diduga bertujuan untuk menantang pemerintahan Hamas.Sementara Hamas telah membantah terlibat dalam serangan terakhir.

Awal bulan ini pasukan "Israel" melukai empat warga Palestina selama serangan bom di dekat kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah.

Serangan udara juga dilakukan "Israel" dengan klaim menanggapi dugaan serangan roket dari Gaza, yang tidak menyebabkan kerusakan atau cedera.

Empat orang yang mengalami luka-luka adalah korban luka pertama yang dilaporkan dari serangan udara di Jalur Gaza sejak agresi 2014 "Israel" di mana lebih dari 2.200 orang terbunuh dan banyak lainnya terluka dalam wilayah seluas 139 mil persegi itu.

Agresi itu juga menyebabkan 120.000 warga Gaza kehilangan akses jaringan air. Sedikitnya 11 sekolah dan universitas hancur total, dengan 253 rusak berat, serta lebih dari 81 rumah sakit dan klinik juga rusak atau hancur.

(banan/arrahmah.com)

Milisi ISIS lari terbirit diserang Ahrar Syam

Posted: 28 Aug 2015 04:30 AM PDT

Mujahid Ahrar Syam menembaki milisi ISIS dengan RPG

HALAB (Arrahmah.com) - Pada Kamis (27/8/2015), Mujahidin Ahrar Syam melakukan pertempuran sengit melawan milisi Daulah Al-Baghdadi atau biasa disebut ISIS di Reef Halab Syamal.

Alhamdulillah, atas karunia Allah, baku tembak itu dimenangkan Ahrar Syam.

Saat-saat pasukan ISIS melarikan diri dalam serangan Ahrar Syam di Reef Halab Syamal pun tak lupa diabadikan dan dipublikasikan Jabhah Islamiyah di Youtube, Kamis (27/8).

Dalam video berdurasi 1.43 menit itu, pasukan ISIS nampak terbirit-birit menghindari hujan amunisi dari senapan berat Mujahid Ahrar Syam. Sebagian dari mereka bahkan segera menaiki kendaraan putih dengan bak terbuka dan meninggalkan lokasi pertempuran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi terkait jumlah korban jiwa atau terluka dari kedua belah pihak.

Mujahid Ahrar Syam menembaki mikisi ISIS dengan RPG

Mujahid Ahrar Syam menembaki mikisi ISIS dengan RPG

Dihujani amunisi Aharar Syam, milisi ISIS kabur dengan kendaraannya

Dihujani amunisi Aharar Syam, milisi ISIS kabur dengan kendaraannya

Mujahid Ahrar Syam menembaki milisi ISIS dengan RPG

Mujahid Ahrar Syam menembaki milisi ISIS dengan RPG

Milisi ISIS kabur dari lokasi pertempuran melawan Ahrar Syam

Milisi ISIS kabur dari lokasi pertempuran melawan Ahrar Syam

Mujahid Ahrar Syam juga menembaki milisi ISIS dari atas gedung

Mujahid Ahrar Syam juga menembaki milisi ISIS dari atas gedung

(adibahasan/arrahmah.com)

Sebanyak 45 Muslim Uighur divonis penjara oleh otoritas Cina

Posted: 28 Aug 2015 03:15 AM PDT

Kebijakan Cina dalam menekan kaum Uighur membuat mereka berimigrasi secara ilegal untuk mencari keamanan,

XINJIANG (Arrahmah.com) - Cina menjatuhkan hukuman penjara kepada 45 Muslim Uighur di wilayah Xinjiang atas dakwaan melakukan penyeberangan perbatasan secara ilegal, media pemerintah melaporkan pada Kamis (27/8/2015), sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Kelompok Muslim Uighur itu dituduh terlibat dalam kelompok jihad, termasuk mengorganisir atau mendanai "kelompok teroris".

Ratusan atau bahkan mungkin ribuan etnis Uighur Muslim ingin melarikan diri dari kerusuhan yang melanda wilayah barat Xinjiang. Mereka telah melakukan perjalanan secara sembunyi-sembunyi melalui Asia Tenggara menuju Turki.

Sebelumnya, Turki telah berjanji akan terus menerima Muslim Uighur yang melarikan diri dari penganiayaan di Cina, sehingga memperburuk hubungan antara kedua negara itu.

Sekitar 170 perempuan dan anak-anak Uighur telah tiba di Turki pada akhir Juni setelah ditahan selama setahun di Thailand karena masuk secara ilegal.

Pada Juli, Thailand telah mendeportasi sebanyak 109 warga Uighur kembali ke Cina, dimana hal tersebut menuai kecaman dari kelompok HAM yang khawatir mereka kembali akan menghadapi penganiayaan dari pemerintah Beijing.

Pihak berwenang Cina menghukum sebanyak 43 orang dalam beberapa hari terakhir dengan dakwaan terlibat dalam 10 kasus yang terjadi di beberapa kota di Xinjiang yaitu dari kota Ili, Karamay, Aksu, Kashgar dan Hotan. Mereka dijatuhi hukuman antara empat dan 15 tahun penjara. Dua lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup, kata pejabat Xinjiang Daily.

Mereka yang dijatuhi hukuman itu dituduh terlibat dalam "pengorganisasian, memimpin, atau berpartisipasi dalam kelompok teroris, pendanaan kelompok teroris, dan mengatur orang lain untuk secara 'ilegal' melintasi perbatasan, kata pejabat itu.

Cina adalah rumah bagi sekitar 20 juta Muslim yang tersebar di seluruh wilayah Cina yang luas, hanya sebagian dari mereka adalah orang Uighur, yang berbicara bahasa Turki.

Para pejabat di Beijing mengatakan bahwa kaum separatis di Xinjiang sedang berusaha mendirikan negara sendiri bernama Turkistan Timur.

"Kebijakan Cina dalam menekan kaum Uighur membuat mereka berimigrasi secara ilegal untuk mencari keamanan," ungkap juru bicara Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit, lewat surat elektronik. "Hukuman berat dari mereka mengakibatkan adanya imigrasi ilegal."

(ameera/arrahmah.com)

Mujahidin IIA bebaskan wilayah strategis di Uruzgan yang telah diduduki musuh selama 6 tahun

Posted: 28 Aug 2015 02:45 AM PDT

afghanistan729px

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) berhasil memukul mundur pasukan boneka Afghanistan dari wilayah strategis yang telah bertahun-tahun diduduki musuh, lansir Voice of Jihad pada Jum'at (28/8/2015).

Pasukan boneka musuh di distrik Chora provinsi Uruzgan dilaporkan melarikan diri dan meninggalkan basis utama serta 5 pos pemeriksaan mereka yang terletak di daerah Shub Nodi dalam serangan yang dilancarkan Mujahidin.

Daerah tersebut diduduki oleh musuh selama 6 tahun terakhir tetapi dengan penarikan mereka hari ini, seluruh wilayah logistik strategis itu saat ini pun berada di bawah kendali Mujahidin.

Serangan ini dilancarkan setelah daerah Kamcoach di distrik Dehrawod juga jatuh ke tangan Mujahidin kemarin. Dalam serangan di distrik Dehrawod itu, pasukan boneka musuh juga melarikan diri dari basis mereka dan sebuah pos pemeriksaan di pegunungan.

(banan/arrahmah.com)

Pajak hiburan dan kemaksiatan

Posted: 28 Aug 2015 02:13 AM PDT

Diskotik

Oleh : Henny Ummu Ghiyas Faris

(Arrahmah.com) - Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 158/PMK.010/2015 yang membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada kegiatan hiburan memunculkan pro dan kontra. Seperti yang diberitakan di berbagai media sebagian kalangan berpendapat bahwa membebaskan pajak untuk hiburan, seperti pada diskotek, karaoke dan klab malam bukan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Sebab, tempat-tempat hiburan seperti itu hanya dinikmati oleh masyarakat menengah atas. Lain lagi dengan pandangan DPR yang menilai kebijakan ini tidak tepat karena akan mengurangi pendapatan pemerintah, karena memang pemasukan negara bertumpu pada sumber pajak. Menteri Keuangan beralasan justru ini akan mendorong berkembangnya jasa hiburan dan kesenian karena dibebaskan dari pajak, sementara pemasukan pajak dari tempat hiburan sendiri tetap ada.

Adapun jenis kesenian dan hiburan yang termasuk tidak dikenai PPN adalah tontonan film, tontonan pergelaran kesenian, tontonan pergelaran musik, tontonan pergelaran tari, dan/atau tontonan pergelaran busana.

Industri hiburan di Jakarta dan daerah lainnya telah berkembang pesat. Tempat hiburan menjamur di mana-mana. Hiruk pikuk Kota Jakarta yang semakin ramai dengan berbagai aktifitas dan rutinitas penduduknya, membuat kota ini tak pernah sepi dari pagi hingga larut malam. Tak dapat dipungkiri, kota ini seakan tak pernah mati dengan kegiatan hiburan termasuk dunia malam.

Hal ini akan sangat berkaitan dengan gaya hidup seseorang, bagi orang yang terbawa arus budaya Barat , dunia malam bukanlah suatu aktifitas yang tabu bagi mereka. Bahkan hal ini telah menjadi suatu hal yang harus dilakukan. Dari dunia malam inilah muncul sebuah trend yang disebut dugem (dunia gemerlap). Tidak mengherankan jika dugem telah menjadi program rutin bagi penikmat dunia malam tidak hanya kalangan high class tetapi merambah juga pada remaja, mereka rela mengalokasikan dana khusus (biaya yang relatif mahal) untuk hal yang mereka sebut refreshing sebagai penghilang penat, bahkan ada yang menyebutnya juga memanjakan diri.

Gaya hidup dunia malam banyak dipengaruhi oleh berbagai aspek, ada yang awalnya hanya penasaran ingin mencoba atau karena ajakan teman. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa mereka mengikuti trend gaya hidup ingin disebut "gaul". Banyak remaja yang menilai bahwa untuk menjadi gaul harus kenal dengan dugem, minimal pernah mencoba. Kalau belum kenal dengan dugem maka dianggap gak gaul, cupu, dan jadul.

Padahal jika kita telaah dugem bisa menjerumuskan ke dalam kubangan dosa, karena di tempat tersebut banyak sekali barang-barang yang dilarang oleh agama, seperti : miras, narkoba dan barang-barang lainnya. Kita tahu bagaimana bahayanya miras dan narkoba, juga kemaksiatan yang ditimbulkan dari barang-barang tersebut yang bisa membawa pada perzinaan.

Dari keadaan tersebut wajar jika orangtua mengkhawatirkan putra-putrinya. Sudah banyak kasus dan contoh bagaimana ketika seseorang terlibat dalam narkoba dan sejenisnya yang ujungnya merugikan dirinya sendiri. Generasi muda harusnya menjadi asset berharga negeri ini sebagai generasi yang berahlak baik sesuai tuntunan agama . Akan tetapi, pengaruh budaya Barat dan gaya hidup yang melanggar norma agama tak sedikit kaum muda terjerumus ke dalam hingar-bingar dunia malam yang begitu menghanyutkan sehingga terjerumus dalam kubangan dosa.

Jadi jelaslah, alasan-alasan diatas tentang penghapusan PPN pada kegiatan hiburan, semua pihak hanya berpikir bagaimana memaksimalkan pendapatan pajak, tidak peduli dengan pajak tersebut rakyat semakin hancur moralitasnya. Dengan tetap dibukanya diskotek, semakin banyaknya pertunjukan seni (konser musik, kontes kecantikan, dan lain-lain) jelas justru menggiring masyarakat, terutama remaja untuk konsumtif terhadap hiburan yang merusak moral.

Tidak inginkah hidup kita di ridhai Allah Subhanahu Wa Ta'aalaa ? tidak inginkah kita selamat dunia dan akhirat dengan menjauhi hal-hal yang telah dilarangNya.

Maha Benar Allah dengan firmanNya :

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)(*/arrahmah.com)

Jawaban Syaikh Abdullah Al-Muhaisini terhadap mereka yang menyangsikan penerapan Syariah di Idlib

Posted: 28 Aug 2015 01:30 AM PDT

syaikh mu

SURIAH (Arrahmah.com) - Dalam beberapa kesempatan, Mujahidin Jaisyul Fath telah berhasil memukul mundur pasukan musuh dan meraih kemenangan di sejumlah wilayah di Suriah. Sejumlah pihak kemudian mengklaim bahwa Jaisyul Fath yang merupakan gabungan dari sejumlah kelompok Jihad Syam ini tidak lantas menerapkan Syariah di wilayah-wilayah yang berhasil mereka kuasai.

Menangggapi hal ini, Syaikh Abdullah Al-Muhaisini menegaskan bahwa orang yang mengklaim demikian kemungkinan justru belum memahami apa dan bagaimana penerapan Syariah itu sendiri. Lebih lanjut Syaikh Muhaisini menerangkan penerapan Syariah oleh Mujahidin di Idlib, salah satu wilayah yang telah mereka kuasai dalam operasi pertama mereka. Berikut terjemahan jawaban Syaikh Muhaisini tersebut, yang dipublikasikan Bilad Al-Sham Media pada Kamis (27/8/2015).

Pertanyaan:

Diisukan bahwa setiap kali Jaisyul Fath membebaskan suatu wilayah, mereka membiarkan wilayah itu tanpa penerapan dan pemerintahan dengan Syariah Allah? Apakah pernyataan ini benar?

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini menjawab:

Sebenarnya saya tidak berminat menjawab pertanyaan ini dan ini sama saja menjelaskan apa yang sebenarnya sudah cukup jelas. Tapi karena ada orang-orang yang mendistorsi dan memecah belah, dan pamer dengan mengorbankan darah orang-orang tulus yang menyerang musuh dan menjual dunia serta meninggalkannya untuk Allah Yang Mahakuasa, mereka (orang-orang itu) mencoba untuk menyebabkan kekacauan atas kepentingan mereka, sehingga perlu bagi kita untuk menjelaskan masalah ini. Saya katakan kepada mereka yang mengatakan kami tidak menerapkan Syariah; sebenarnya pikiran kalianlah yang tidak mengerti apa arti Syariah.

Mereka yang bertanya apakah kami menerapkan Syariah di Idlib, saya tanya mereka; Apa yang Anda pahami tentang pelaksanaan Syariah? Bagaimana Anda menguasai suatu wilayah dan kapan Anda disebut memimpinnya dengan Syariah atau tidak? Apakah mereka menilainya dengan spanduk-spanduk cantik atau pemandangan yang indah di dalam wilayah itu?

Diperintahkan melalui Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala "Keputusan itu hanyalah milik Allah." (12:40). Saya katakan kepada saudara-saudara sekalian, datang dan masuklah ke Idlib dan lihatlah pengadilan Islam di Idlib, tanyakan kepada mereka pertanyaan seputar Syariah, jika jawabannya mengikuti hukum buatan manusia, saya akan menjadi orang pertama yang meninggalkan senapan ini dan menghentikan pertempuran. Saya berlindung kepada Allah terhadap memperjuangkan sekularisme atau sejenisnya. Tapi mereka jangan menghakimi dengan apa pun kecuali dengan "Allah berfirman" dan "Nabi (ï·º) bersabda".

[Wilayah] ini diatur dengan Syariah, saya memberitahukan ini kepada orang-orang yang meneriakkan punggung para Mujahid yang lurus di jalan Allah. Penerapan Syariah menghapus kemusyrikan di tanah Muslim saat ini, penerapan Syariah meniadakan minuman alkohol. Di mana ada toko alkohol? Di mana ada diskotik? Semua itu sudah ditutup alhamdulillah atau tempat-tempat itu diubah menjadi kantor Dakwah dan lembaga Syariah. Idlib saat ini dipenuhi dengan sekolah-sekolah untuk menghafal Al-Qur'an dan segala puji bagi Allah. Idlib hari ini dipenuhi pusat pembelajaran bagi kaum wanita dan laki-laki. Saat ini Idlib dipenuhi dengan pusat-pusat dan lembaga-lembaga Jihad.

Dan Syariah, untuk mereka yang tidak tahu apa artinya penerapan Syariah, Syariah adalah Jihad di jalan Allah! Orang-orang ini tidak tahu apa artinya pelaksanaan Syariah. Itu sebabnya Al-Mawardi mengatakan dalam Al-Ahkaam Al-Sultaniyah: "Inti dari pelaksanaan Syariah Allah Subhanahu wa Ta'ala di atas bumi-Nya ialah memukul mundur musuh yang melampaui batas dari negara-negara Muslim." Hal terbesar tentang pelaksanaan Syariah ialah menghentikan bom-bom barel kematian saudara-saudara kita di Douma, Zabadani, Aleppo, Binish, Taftanaz, dan lain-lain, serta wilayah Muslim lainnya. Hal terbesar tentang penerapan Syariah ialah menghentikan barel-barel ini menghancurkan rumah-rumah dan saudara-saudara kita.

Inilah yang dimaksud dengan penerapan Syariah, diajarkan kepada kita oleh para pendahulu kita. Untuk penerapan Syariah, lihatlah pengadilan, lihatlah alkohol dan diskotik, lihatlah Jihad di jalan Allah, dan kemudian nilailah apakah Syariah telah dilaksanakan atau tidak? Adapun bagi orang-orang yang berpikiran sempit tentang pelaksanaan Syariah, [mereka] berpikir bahwa penerapan Syariah adalah apa yang dia suka lihat dalam hatinya, [misal jika] dia suka melihat penggunaan Niqab [oleh Muslimah] di mana-mana, dan jika tidak, dia akan menyimpulkan bahwa Syariah tidak diterapkan, dan lain-lain. Kami katakan ini adalah pemikiran yang salah dan bukan realitas Jihad di jalan Allah. Mereka yang kebetulan melihat sejumlah wanita bertabaruj misalnya langsung mengatakan; di mana pelaksanaan Syariahnya? Maka kami katakan; Anda tidak memahami pelaksanaan Syariah.

Kami dan saudara-saudara di Jaysul Fath dan front-front lainnya saat ini mampu menerbitkan sebuah dekrit yang mewajibkan kaum perempuan untuk memakai Niqab, sementara ada perbedaan pendapat tentang masalah ini, dan kami mampu mewajibkan kaum pria tidak mencukur jenggot mereka, dan mewajibkan orang untuk berhenti merokok, dan lain-lain. Kami bisa menetapkan puluhan putusan. Ya, dan orang-orang akan mematuhinya dengan terpaksa, mungkin dalam sepuluh hari, dan orang-orang itu kemudian akan berteriak; kita telah menerapkan Syariah!

Tapi apakah ini benar-benar pelaksanaan Syariah? Apakah berarti bahwa kita telah menerapkan Syariah dengan melakukan hal ini, ketika orang melakukan ini dan memasuki rumah mereka dengan membenci agama Allah karena cara keras ini memaksa mereka sekaligus?

Sementara mereka yang merasa diri mereka sudah berusaha taat pada awalnya, akan mulai berpikir bahwa agama Allah terdiri dari sekelompok orang otoritatif, dan mereka malah menjadi tidak sabar ingin kembali ke situasi sebelumnya. Lihatlah beberapa wilayah yang direbut kembali oleh PKK dan Kurdi, wilayah di mana mereka dipaksa untuk memakai Niqab oleh ISIS, kaum wanita setelah itu mulai merokok secara terbuka dan menanggalkan hijab mereka.

Karena ketika Anda memaksa orang, mereka malah akan berkeinginan untuk meninggalkan Syariah, tapi ketika mereka paham dengan agama Allah, Jihad, dan pelaksanaan Syariah dalam diri mereka sendiri, mereka akan menyeru kepada Allah dan beriman kepada Allah.

Tanpa menutup Hisbah (pengawasan Islam dalam memerintahkan kebaikan dan melarang keburukan di depan umum) dan akuntabilitas, tapi seperti yang Umar bin Abdulaziz katakan kepada anaknya: "Tidakkah kau melihat bahwa tiada hari berlalu atau bid'ah dihapus dan ada jalan bagi Sunnah. Sehingga orang-orang mendatangi agama Allah Yang Mahakuasa?" Inilah bagaimana kita harus memahami pelaksanaan Syariah Allah Yang Maha Kuasa.

Pelaksanaan Syariah Allah adalah rahmat bagi semua orang, Syariat adalah cinta terhadap semua orang, Syariah membawa semua orang dari kegelapan menuju cahaya, Syariah itu memperlakukan tetangga dengan ramah dan mempertahankan ikatan keluarga dan memberi makan orang miskin dan menyelamatkan orang yang kehausan, serta menghakimi dengan aturan Allah sebelum semua ini.

Mereka yang bertanya apakah Syariah Allah Yang Maha Kuasa diimplementasikan di Idlib, kami katakan; Ya demi Allah yang tidak memiliki sekutu, Syariah Allah diterapkan di Idlib. Kami tidak akan mengkhianati darah para syuhada ​​kami yang tulus ikhlas yang tumpah di bumi Syam.

(banan/arrahmah.com)

Breaking: Diserang roket Assad, ratusan penduduk Lattakia mengungsi

Posted: 28 Aug 2015 12:00 AM PDT

Penduduk Lattakia mengungsi akibat diroket Assad

LATTAKIA (Arrahmah.com) - Subhanallah, beberapa jam yang lalu relawan Misi Medis Suriah (MMS) melaporkan bahwa ratusan penduduk Lattakia-Suriah mengungsi dari kampung halaman mereka akibat hujan roket yang dilancarkan Rezim Assad, Jum'at (28/8/2015).

"Baru saja relawan Misi Medis Suriah (MMS) Indonesia di Suriah mengirimkan foto, pagi ini waktu Suriah (pukul 09.30 waktu Suriah / 13.30 waktu Indonesia), memperlihatkan rombongan ratusan pengungsi Suriah mengungsi melintasi depan kantor MMS. Mereka mengungsi akibat rumah-rumah mereka hancur ditembak roket Basyar," demikian lansir Coin4Syam.

Total jumlah pengungsi diperkirakan mencapai ribuan orang. Mereka berduyun-duyun berjalan kaki, membawa apa saja yang mampu dibawa, dalam bungkusan-bungkusan kasur, karung maupun kain sprai tempat tidur, yang diikat menjadi "ransel-ransel darurat". Bahkan tampak sebagian ummahat juga menggendong bayinya.

Sebagian dari mereka mengungsi ke Kamp Salahuddin tempat aktivis MMS Indonesia menyalurkan bantuan, dan sebagian lagi diperkirakan mengungsi ke wilayah Turki.

Atas insiden ini Coin4Syam mengajak Muslimin Indonesia membantu dengan harta seraya berdoa, "Hasbunallah wa ni'mal wakiil. Semoga Allah memudahkan mereka dan menjaga mereka, dan semoga kita mampu istiqomah memberikan yang terbaik untuk meringankan derita mereka saudara seaqidah di Suriah. Aamiin."

Penduduk Lattakia mengungsi

Penduduk Lattakia mengungsi

Penduduk Lattakia mengungsi

Penduduk Lattakia mengungsi

(adibahasan/arrahmah.com)